Protes Keras, Dikartu Merah dan Diusir Wasit, Tak Masalah Bagi Buffon, Sebabnya?

Buffon yang mengenakan ban kapten pada laga tersebut harus diganjar kartu merah dan diusir menuju luar lapangan

Protes Keras, Dikartu Merah dan Diusir Wasit, Tak Masalah Bagi Buffon, Sebabnya?
CURTO DE LA TORRE / AFP
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mendapat kartu merah dari wasit Michael Oliver dalam laga kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gianluigi Buffon kembali buka suara saat menanggapi momen tersingkirnya Juventus dari Liga Champions usai kalah agregat kontra Real Madrid.

Gianluigi Buffon menjadi saksi saat diturunkan dalam leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (11/4/2018), untuk mengawal gawang Juventus di markas Real Madrid.

Tertinggal agregat 0-3 dari leg pertama, Juventus sempat samakan kedudukan dengan cetak tiga gol di leg kedua dalam waktu 90 menit normal.

Namun, pada akhir masa injury time, Juventus harus kebobolan lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Sontak, usaha menyamakan kedudukan yang dilakukan Juventus sia-sia karena meski menangi laga 3-1 atas Real Madrid, skuat Massimiliano Allegri tetap kalah secara agregat.

Sebelum eksekusi penalti tersebut diberikan, Gianluigi Buffon sempat lakukan protes keras saat wasit memberi keputusan bahwa kontak fisik Medhi Benatia dengan Lucas Vazquez berbuah pelanggaran.

Lalu, Buffon yang mengenakan ban kapten pada laga tersebut harus diganjar kartu merah dan diusir menuju luar lapangan.

Namun, pada sebuah kesempatan di Kota Turin, Italia, Gianluigi Buffon mengaku menikmati keputusannya melakukan protes keras.

Kiper berusia 40 tahun ini bahkan mengaku bahwa ia melakukan protes tersebut secara sadar dan tahu akan mendapatkan sanksi kartu merah.

Baca: Kini Makin Seru, Ada Mohamed Salah Diantara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi Raih Ballon dOr

“Anda bisa bertindak terlalu jauh, terkadang itu salah. Tetapi itulah kehidupan, dan itulah sebabnya saya ada ke dunia," ucap Buffon dikutip Banjarmasinpost.co.id dari BolaSport.com.

“Setelah (pertandingan di) Bernabeu saya pergi berjalan-jalan, makan jejamuran, dan menikmati hamparan bunga aster. Itu adalah seminggu yang memungkinkan saya untuk mengalami emosi yang kuat, indah, adrenalin murni. Saya juga hidup untuk itu," kata sang kiper menambahkan.

Liga Champions merupakan salah satu kompetisi kunci bagi karier Buffon sebagai pesepak bola profesional.

Buffon yang terlebih dahulu katakan pensiun dari skuat tim nasional juga berencana pensiun dari klub sepak bola apabila gagal menangi Liga Champions.

Editor: Halmien
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help