Kriminalitas HSS

Status Hukuman Naik Kelas Setara Sabu, Rahman Masih Berani Jual Carnophen

Rahman (36) warga Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) nekad menjual Carnophen.

Status Hukuman Naik Kelas Setara Sabu, Rahman Masih Berani Jual Carnophen
HO/Polres HSS
Bukti pil Carnophen yang disita jajaran Polres HSS dari Rahman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Rahman (36) warga Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) nekad menjual Carnophen.

Obat Carnophen sudah ditarik izin edarnya dan statusnya dinaikan setera Sabu, Rahman tetap berani menjualnya. Dia diamankan oleh satnarkoba Polres HSS pada Minggu, (15/4) pukul 13.00 WITA.

Saat diamankan, pelaku menyembunyikan Carnophen dalam kotak rokok yang disimpan di celana dalamnya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini hanya bisa pasrah saat diamankan. Barang bukti yang diamankan ada lima butir Carnophen dan uang tunai Rp 370 ribu.

Kepada petugas, Rahman mengaku nekad menjual Carnophen karena terdesak keperluan ekonomi. Dia juga mengaku belum lama menjual Carnophen.

Baca: Bulan Syaban 1439 H Jatuh Pada Hari Ini, Ada Tiga Peristiwa Penting Bagi Muslim Di Bulan Syakban

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kasubbag Humas Iptu Gandhi Ranu membenarkan dengan penangkapan pelaku.

"Informasi dari masyarakat ada diduga terjadi pengedaran Carnophen di Desa Tumbukan Banyu. Selanjutnya dilakukan penyelidikan," katanya, Selasa, (17/4).

Selanjutnya pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan hanya bisa pasrah. Saat ini pelaku dan barang bukti lima butir Carnophen dan uang tunai diamankan di Polres HSS.

Tersangka bakal dijerat pasal 197 jo pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved