Opini Publik

Emansipasi Wanita dalam Dunia TIK

Sejarah perkembangan TIK, tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Saat Perang Dunia II, ENIAC...

Emansipasi Wanita dalam Dunia TIK
SHUTTERSTOCK

Oleh: Firda Zulivia Abraham

Peneliti (warga Banjarbaru Kalsel)
di BPSDMP Kominfo, Kementerian Kominfo RI

DALAM Resolusi International Telecommunication Union (ITU) no. 70 atau yang dikenal dengan Revisi Busan tahun 2014, ITU bertekad mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK), itu mengisyaratkan bahwa TIK adalah alat untuk dapat meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Sejarah perkembangan TIK, tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Saat Perang Dunia II, ENIAC atau Electronic Numerical Integrator and Computer dikembangkan untuk menghitung lintasan balistik untuk mengukur bagaimana para tentara mengenai sasaran, sejauh apa sasarannya, kondisi cuaca dan faktor lainnya. ENIAC menjadi “komputer” modern pertama di dunia. Komputer ENIAC tentunya membutuhkan ruang penyimpanan data dan memori, dan seorang teknisi wanita yang mengembangannya serta seorang wanita menjadi programmer dalam komputer tersebut. Sejarah mencatat, seorang programmer pertama di dunia adalah seorang wanita, dan yang menuliskan coding modern pada komputer pertama di dunia adalah wanita. Setelah itu banyak programmer wanita yang bekerja untuk ENIAC dan tidak ada seorangpun pria yang menguasai pemrograman atau komputer pada masa itu.

Masa keemasan wanita di dunia teknologi terjadi pada tahun 1978, dimana pada tahun tersebut wanita lebih banyak memilih pendidikan tinggi di bidang TIK (26 persen mahasiswa pada bidang itu adalah wanita) dibanding sains (20 persen) dan medis (25 persen). Lalu terjadi penurunan drastis pada tahun 1990, dimana hanya 30persen wanita yang memilih sekolah pada bidang TIK, dan sains dengan 32 persen, lalu medis dengan jumlah 37 persen adalah wanita. Menurut penelitian, penurunan tersebut terjadi karena semakin terjangkaunya komputer, dan komputer dijual sebagai mainan pria. Angka tersebut semakin mengalami kemunduran hingga 2015, dimana hanya ada 17persen wanita yang memilih prodi TIK dan lebih dari 40 persen wanita yang berpendidikan tinggi selain itu.

Rendahnya minat wanita dalam pendidikan tinggi dibidang TIK tersebut selaras dengan rendahnya pekerja wanita dibidang teknologi. Pada sebuah riset menunjukan bahwa hanya 30persen wanita yang tertarik bekerja pada dunia TIK.

Walaupun minat pendidikan pada bidang TIK rendah, penggunaan internet oleh wanita di Indonesia sudah setara dengan pria. Dalam survei yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebanyak 44,24 persen wanita Indonesia adalah pengguna internet, sedangkan 45,84 persen pria Indonesia adalah pengguna internet. Selain itu sebanyak 93,68 persen dari pengguna internet wanita di Indonesia adalah pengguna aktif media sosial. Lebih tinggi dari pria dimana hanya 92,07 persen pengguna internet pria yang aktif di media sosial. Selain itu, wanita pengguna aplikasi chatting juga lebih tinggi dari pria dimana hanya 83,25 persen pria yang memiliki akses internet menggunakan aplikasi chatting, dan sebanyak 86,49 persen wanita menggunakan aplikasi tersebut.

Emansipasi wanita dalam dunia TIK bukan hanya sekadar angka survei, emansipasi terlihat dari banyaknya para CEO di perusahaan TIK adalah seorang wanita. Salah satu wanita yang memiliki pengaruh besar dalam industri teknologi abad ini adalah Sheryl Sandberg. Sheryl adalah Chief Operating Officer Facebook, perusahaan digital paling sukses didunia. Sheryl dikenal karena membuat facebook meraup uang dengan potensi dari facebook yang diakses oleh semua manusia di dunia.

Selain itu, dunia telah mengenal seorang wanita jenius Marissa Mayer yang memegang peranan penting dalam pengembangan Google Search, Google Images, Google News, Google Maps, Google Books, Google Product Search, Google Toolbar, iGoogle, danjuga Gmail. Iajugamerupakan orang yang merancangtampilanutamalaman pencarian Google yang sederhana. Lalu Marissa direkrut menjadi CEO oleh perusahaan pesaing Google, Yahoo!. Dengan kendalinya, pada 2013 harga saham Yahoo mencetak rekor perusahaan dengan angka USD40 perlembar saham. Angka perlembar saham ini bahkan tidak terpikirkan dan tidak terprediksi oleh banyak pakar.

Selain itu Presiden dari IBM juga wanita, co-CEO dari Oracle juga seorang wanita, CFO Microsoft, CFO Alphabet Inc (Google), dan masih banyak wanita yang menjadi petinggi di perusahaan teknnologi dan juga menjadi inspirasi.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved