Program Strategis Nasional Kalsel

Evaluasi di Awal 2018, Pemerintah Coret 14 Proyek dari Daftar PSN

Pemerintah telah menetapkan daftar PSN yang bakal direalisasikan sebanyak 222 ditambah 3 program.

Evaluasi di Awal 2018, Pemerintah Coret 14 Proyek dari Daftar PSN
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan daftar PSN yang bakal direalisasikan sebanyak 222 ditambah 3 program.

Hal itu menjadi keputusan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas mengenai evaluasi PSN, di Istana Presiden, Senin (16/4).

Pada evaluasi di awal 2018, dari 245 proyek sudah selesai sebanyak 10 proyek, 14 proyek dikeluarkan dari daftar sehingga totalnya menjadi 221 proyek ditambah satu proyek baru.

Baca: Heboh Video Panas Diduga Lucinta Luna dan Kevin Hilers, Loh Wajah Lucinta Kelihatan Cowok Banget!

Presiden telah mengevaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Walaupun sempat menghadapi dampak turunnya harga komoditas di pasaran dunia, di tahun 2016 pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan kelihatan sudah mulai naik menjadi 4,38 yang sebelumnya 2015 berada pada angka 3,84 persen," kata presiden.

Baca: Digantung pada 2006, Misteri Saddam Hussein Masih Terus Hidup, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh

Menurut Jokowi, fakta itu merupakan sebuah hal yang sangat baik dengan ekspor komoditas andalan di Provinsi Kalimantan Selatan seperti harga batu bara, CPO, dan karet mulai sedikit naik.

Presiden menambahkan bahwa upaya untuk melakukan hilirisasi adalah sebuah keharusan dalam membangun Kalimantan Selatan.

Baca: Pengumuman Bagi Peserta Lulus Seleksi SNMPTN 2018, Penuhi 3 Syarat Panitia Pusat Ini

Selain memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah, hilirisasi industri daerah juga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus membuat pembangunan Kalimantan Selatan lebih merata.

Mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kalsel, Presiden Jokowi meminta pembangunan kawasan industri di Batulicin dan Kawasan Industri Jorong harus segera terealisasi.

Pembangunan dua kawasan industri itu, lanjut presiden, pasti memerlukan dukungan infrastruktur penunjang seperti akses ke kawasan, tenaga listrik, air bersih, dan yang tidak kalah pentingnya terpadu terintegrasi dengan pelabuhan yang ada.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help