Berita Banjarmasin

Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Panggil 11 Kepala Sekolah yang Diturunkan Jadi Guru

Ruang Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, dipenuhi 11 Kepala SMP negeri yang dicopot jabatannya oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Panggil 11 Kepala Sekolah yang Diturunkan Jadi Guru
BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho
Sebanyak 11 kepala sekolah (kepsek) dari 11 SMPN yang dicopot jadi guru biasa dialog dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (18/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ruang Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, dipenuhi 11 Kepala SMP negeri yang dicopot jabatannya oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

setempat. Pencopotan sebelas kepsek SMPN menjadi guru biasa menarik perhatian Komisi IV DPRD kota setempat.

Seluruh kepsek SMPN yang kini jadi guru biasa tersebut rata-rata mengeluhkan pencopotan dari jabatan kepsek tersebut kepada Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (18/4/2018).

"Penerapan Permendiknas No 28 Tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah tak komprehensif dan tak transparan. Pencopotan 11 kepsek ini menjadi tanda tanya bagi kami," kata Kepala SMPN 11 di Jalan Tembus Mantuil, H Fahrulrrazy, yang kini menjadi guru bimbingan konseling (BK) di SMPN 26 di Jl A Yani, samping Athomoro Selular.

Baca: Ibnu Sina Buka Suara Soal Penonaktifan Sekda Hamli Kursani, Kalau Taik Salah Bisa Saja Kembali

Baca: Beredar Video Pengakuan Pembunuh Terapis Salon Cantik di Banjarbaru,

Baca: Heboh Jenazah Saddam Husein Masih Utuh, Ini Perubahan Irak Pasca Saddam Husein Dilengserkan

Seperti diketahui 11 kepala sekolah itu menjadi guru biasa yakni Kepala SMPN 21 Hj Hadijah Marliana, Kepala SMPN 22 H Suhran, Kepala SMPN 25 Madi Prasetyo, Kepala SMPN 26 Ahmad Nurhadi, Kepala SMPN 27 Hapni, Kepala SMPN 4 H Mansyiansyah, Kepala SMPN 7 Abdul Hamid, Kepala SMPN 9 H Achmad Suparno, Kepala SMPN 11 H Fahrulrrazy, Kepala SMPN 13 Nawawi dan Kepala SMPN 14 Abdul Jalil.

Diakuinya, pengalihan tugas dari kepsek menjadi guru memang kewenangan Dinas Pendidikan.

Namun yang perlu ada keterbukaan karena selain dari 11 kepala SMPN ini masih banyak jumlahnya.

"Sayangnya hanya 11 kepsek yang diturunkan menjadi guru. Kami sampai saat ini alasan pencopotan kami tak tahu. Komisi IV ingin tahu apa yang kami alami," katanya. (BANJARMASINPOST.co.di/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved