Berita Tanahlaut

Panwaslu Tanahlaut Layangkan Panggilan Kedua Soal Dugaan ASN Tak Netral

Tiga pegawai negeri sipil itu karena pada panggilan pertama tidak datang dengan alasan sedang berada di luar daerah Tanahlaut

Panwaslu Tanahlaut Layangkan Panggilan Kedua Soal Dugaan ASN Tak Netral
mukhtar wahid
Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Marsudi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanahlaut akan meminta keterangan tiga pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanahlaut yang diduga tak netral dalam Pilkada serentak, Selasa (18/4/2018) siang ini.

Tiga pegawai negeri sipil itu karena pada panggilan pertama tidak datang dengan alasan sedang berada di luar daerah Tanahlaut, yaitu Riyadi, HM Rafiki Effendi dan Suharyo.

Enam aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut diaduka tim hukum pasangam calon nomor urut 1, Sukamta dan Abdirahman karena dianggap tidak netral dan dapat mempengaruhi warga di Tanahlaut.

Baca: Digantung pada 2006, Misteri Saddam Hussein Masih Terus Hidup, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, tiga terlapor sudah memenuhi panggilan Panwaslu Kabupaten Tanahlaut untuk menyampaikan klarifikasi tuduhan tidak netral dan memihak pasangan calon nomor urut 2, Bambang Alamsyah dan Achmad Nizar.

Baca: Pembunuh Terapis Cantik Ini Ternyata Tukang Parkir, Alasan Membunuhnya Pun Mengejutkan

ASH yang sudah menyampaikan kualifikasinya itu adalah Achmad Mustahdi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Tanda-tanda Sebelum Terapis Salon Cantik Dibunuh Pacar dengan Sadis, Tercium Bau Kembang!

Berikutmya, Muhammad Noor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahlaut dan Sekretaris Kecamatan Tambangulang, H Muhamad Gazali yang juga Ketua PPK Tambangulang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Marsudi dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, membenarkan bahwa dari enam surat panggilan yang dilayangkan pihaknya, sudah tiga terlapor yang memenuhi panggilan untuk diklarifikasi.

"Tiga terlapor tidak memenuhi panggilan karena berhalangan. Surat panggilan kedua secara layak sesuai peraturan Bawaslu RI kami layangkan lagi," katanya.

Kegiatan Panwaslu Tanahlaut, dipantau anggota Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono melakukan supervisi pengawasan tahapan pemilu kepala daerah 2018 dan tajapan pemilu legislatif 2019. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved