Berita Banjarbaru

Parkir Berlapis Pasar Bauntung Dibenarkan Kepala UPT, "Bayar Dua Kali"

Ungkapnya memang mekanisme parkir di Pasar Bauntung pengunjung masuk ke kawasan pasar akan diberikan karcis dengan bayar Rp 1000

Parkir Berlapis Pasar Bauntung Dibenarkan Kepala UPT,
milna sari
Kepala UPT Pasar Bauntung, Abdul Latif dan Pasar Bauntung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keluhan parkir berlapis di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru juga menganggu UPT Pasar Bauntung Disperindag Kota Banjarbaru.

Kepala UPT Pasar Bauntung, Abdul Latif mengatakan dirinya juga heran dengan sistem parkir di Pasar Bauntung.

Ungkapnya memang mekanisme parkir di Pasar Bauntung pengunjung masuk ke kawasan pasar akan diberikan karcis dengan bayar Rp 1000. Kemudian di dalam bayar lagi Rp 2000 kepada petugas jaga parkir baik di parkir resmi yang sudah pagar besi oleh Pemko Banjarbaru maupun parkir yang dibuat oleh warga atau tidak dikelola Pemko Banjarbaru.

Baca: Jadwal Liga Spanyol Pekan 33: Teratas Masih Dihuni Tim Tradisional Barcelona, Atletico dan Madrid

Baca: Digantung pada 2006, Misteri Saddam Hussein Masih Terus Hidup, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh

Baca: Pembunuh Terapis Cantik Ini Ternyata Tukang Parkir, Alasan Membunuhnya Pun Mengejutkan

"Memang sistem ya seperti itu, bayar dua kali," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id Rabu (18/04/2018).

Meskipun ia tak menampik banyak pengunjung pasar yang tak membayar tarif Rp 1000 di gerbang pasar.

Namun parkir berlapis tersebut diakuinya melanggar aturan. Oleh karena itu pihaknya pun sudah melaporkan ke Inspektorat Banjarbaru agar bisa diberi penyelesaian terkait parkir pasar.

"Seperti di Pasar Martapura dulu kan, kena juga, ditindak juga, lah ini kok di Pasar Bauntung Banjarbaru ada seperti ini," ujar mantan Kepala UPT Pasar Ulin Raya ini.

Sementara Kadishub Kota Banjarbaru, Yani Makkie mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak lain untuk menyelesaikan masalah ini. (Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help