Berita Hulu Sungai Tengah

Penggunaan Bendung Batangalai Diuji Coba, Begini Harapan Petani Setempat

Bendung yang dibangun sejak 2006 silam itu, baru selesai 70 persen karena masih terkendala pembebasan lahan.

Penggunaan Bendung Batangalai Diuji Coba, Begini Harapan Petani Setempat
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Pihak pelaksana pembangunan irigasi Batangalai, menjelaskan progress penyelesaian proyek kepada Plt Bupati HST, usai soft launching Running Test pemungsian saluran air di Desa Tanah Habang, Kecamatan Batang alai Selatan, HST, Rabu (18/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bertahun-tahun menunggu proyek Irigasi Batangalai diselesaikan, akhirnya difungsikan juga. Bendung yang dibangun sejak 2006 silam itu, baru selesai 70 persen karena masih terkendala pembebasan lahan.

Namun, di Desa Tanah Habang, Kecamatan Batangalai Selatan yang pembangunan saluran sekundernya sudah selesai, Rabu (18/4/2018) diuji coba dengan membuka pintu air.

Pembukaan pintu air di saluran sekunder, oleh Plt Bupati HST HA Chairansyah, didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Dwi Purwantoro, pihak pelaksana proyek PT Waskita, serta jajaran pemerintaan HST serta kalangan petani setempat.

Baca: Tarif Umrah Kurang Rp 20 Juta Biro Perjalanan Wajib Lapor, Paling Lambat 3 Bulan Sudah Berangkat

Begitu pintu air di saluran sekunder itu dibuka, air langsung mengalir ke saluran tersier yang terhubung dari irigasi lama, Intangan.

Arnawati, salah satu petani setempat terlihat senang sawahnya yang baru tanam sebulan yang lalu dialiri air.

“Sebelumnya, untuk mengairi padi di sawah, kami sangat tergantung dengan hujan. Lihat saja rumput liar di sekitar padi yang baru kami tanam. Itu karena lahan kekurangan air. Alhamdulillah, mulai tadi malam, dicoba dibuka pintu airnya, langsung mengalir ke sawah-sawah kami,” kata Arnawati kepada banjarmasinpost.co.id

Arnawati tahun ini menanam padi di atas lahan 13 borongan. Biasanya, jelas dia menghasilkan 31 karung gabang kering.

Satu karung, berisi 60 kilogram dengan harga Rp 5.000 per kilogram gabah kering.

“Jika irigasi Batangalai berfungsi normal, mungkin kami bisa tanam tiga kali setahun dan berharap tidak tergantung hujan lagi,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help