Pilkada Kaltim 2018

Beredar Video Bantuan Air Mineral untuk Korban Kebakaran Berstiker Paslon Pilkada kaltim 2018

Bantuan air mineral itu, dalam video yang beredar sedianya untuk warga korban kebakaran di Pasar Merdeka, Samarinda,

Beredar Video Bantuan Air Mineral untuk Korban Kebakaran Berstiker Paslon Pilkada kaltim 2018
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
(Ilustrasi) Warga menyampaikan hak pilihnya dalam Pilkada Kalimantan Timur 2013, Selasa (10/9), Nampak suasana di TPS 29 Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda. Pilkada Kaltim diikuti tiga pasangan calon. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Kerja 30, mengkritik Lembaga Pengawas Pemilu se Kaltim, yang dinilai takut dalam mengambil sikap dan keputusan terkait temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilihan gubernur Kaltim 2018.

Koordinator Pokja 3, Carolus Tuah menyatakan, beredarnya video bantuan air mineral dalam kardus yang diberi stiker pasangan calon, mendesak Bawaslu Kaltim untuk memeriksanya.

Bantuan air mineral itu, dalam video yang beredar sedianya untuk warga korban kebakaran di Pasar Merdeka, Samarinda, Selasa (16/4/2018) lalu.

Baca: Jessica Iskandar Pilih Tinggal di Amerika, Begini Nasib Pengasuh Putranya, El Barack

Baca: Kisah Siswi SMA Rela Jual Keperawan Rp 1,5 Juta ke Mahasiswa untuk Ganti Uang di Sekolah

"Bantu ya bantu saja, tidak ada pamrih. Setidaknya (bantuan itu) disaksikan Tuhan. Kalau ‎bantuan itu diduga modus‎. Anak TK juga yang ikhlas, dan yang nggak pamrih," kritik Tuah, di Sekretariat Pokja 30, Jalan Danau Semayang Samarinda, Kamis (19/4/2018).

Meski polemik bantuan air mineral berstiker paslon no 2 sudah diluruskan oleh Edy Russani (Sekretaris Tim Pemenangan Jaang-Ferdi), Tuah mendesak Bawaslu Kaltim untuk memanggil oknum yang memberikan bantuan tersebut.

"Bantahannya bisa jadi benar, sepanjang itu stikernya Donald Trump. Daripada nunggu laporan, muncul bantahan, panggil saja deh. Periksa, kan ada stiker," ucap Tuah.

Jika Bawaslu tidak berani memanggil atau menindaklanjuti beredarnya bantuan air mineral ditempeli stiker paslon maka sebaiknya menjadi pedagang pentol saja.

"Kan pengawas, bukan tukang nyari salah.‎ Masa kali ini takut? Gak usah takut deh. Kan udah terima gaji sebagai pengawas. Berhati-hati boleh, tapi takut jangan," ujar Tuah, memberikan support.

‎Tuah menambahkan, Jika Bawaslu sebagai lembaga pengawas pilkada takut, sebaiknya jangan mengambil gaji dulu.

Pasalnya, dari beberapa temuan atau laporan selama kampanye, banyak dugaan pelanggaran seperti di Kukar, Berau dan di kabupaten lainnya, selalu beralasan tidak cukup bukti tidak atau tidak memenuhi unsur.

"‎Tunggu sampai berani. Baru diambil (gajinya). Memang kalau bela hak politik warga butuh keberanian‎. (Bawaslu Kaltim) Kalau takut ya dagang pentol saja," sindir Tuah ke lembaga pengawas pilkada se Kaltim‎. (*)

Dikutip dari Tribunkaltim.co dengan judul : Beredar Video Bantuan dari Paslon, Tuah : Kalau Lembaga Pengawas Pemilu Takut, Dagang Pentol Saja

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved