Berita HST

Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja akan Dibangun, Pengusaha Tak Boleh Lagi Lakukan Ini

Karena sifatnya hanya imbauan, sehingga memungkinkan pelaku usaha membuangnya ke sungai, hingga mencemari sungai.

Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja akan Dibangun, Pengusaha Tak Boleh Lagi Lakukan Ini
istimewa
PLT Bupati HST HA Chairansyah menunjukkan lokasi instalasi limbah tinja yang akan dibangun di HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pengelolaan limbah tinja oleh pelaku usaha sedot WC selama ini diakui belum terawasi dengan maksimal. Masalahnya, Pemkab  Hulu Sungai Tengah belum memiliki instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) sehingga Pemkab hanya bisa melakukan imbauan agar pembuangan limbah tersebut tidak ke sungai, tapi membuat lubang khusus.

Karena sifatnya hanya imbauan, sehingga  memungkinkan pelaku usaha membuangnya ke sungai, hingga mencemari sungai.

Padahal dari sungai lah diambil bahan baku air bersih untuk PDAM. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Muhammad Yani kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/4/2018) mengatakan, permasalahan tersebut bakal teratasi dengan adanya bantuan pemrintah pusat berupa pembangunan IPTL.

“Dananya sudah dianggarkan melalui APBN 2018 ini. Pemkab HST hanya diminta menyiapkan lahan seluas satu hektar. Kami sudah siapkan, lokasinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Telang, Kecamatan Batangalai Utara,”kata Muhammad Yani. Dengan sudah tersedianya lahan, jelas dia pembangunan fasilitas tersebut bisa dilaksanakan pemerintah pusat tahun ini juga.

Baca: Masih Menjadi Misteri, Dimanakah Jasad Saddam Husein Berada?

Dijelaskan, pembangunan IPLP merupakan tindak lanjut kerjasama dengan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya saat pertemuan di Bali yang intens melakukan kampanye tentang penanganan sampah. Bupati HST HA Chairansyah bersama Perwakilan Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Penyehatan (PSPLP) Provinsi Kalsel Hariman Syaifullah telah melakukan peninjauan ke lokasi rencana pembangunan.

Proses pembangunan bakal dilaksanakan minggu depan dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN. "Untuk menunjang IPLP, ke depan Pemkab HST merencanakan pengangkutan hasil akhir tinja itu menggunakan mobilitas yang kita siapkan. Setelah pembangunan IPLP selesai diharapkan langsung bisa digunakan sebagai sarana pengolahan limbah tinja," kata Chairansyah.

Baca: Video Pengangkatan Jasad Diduga Saddam Hussein, Teriakan Laa Ilaaha Illallah Terdengar

Sebelumnya, perwakilan Satker (PSPLP) Kalsel, Hariman Syaifullah menyebutkan, proses pembangunan diperkirakan menghabiskan waktu selama tujuh bulan.  Pengolahan limbah tinja, bertujuan mengurangi tingkat pencemaran akibat limbah tinja, mengingat limbah tinja sangat berbahaya bagi lingkungan khususnya memengaruhi kualitas  air.

Selain itu, limbah tinja  yang diolah hingga menjadi lumpur dapat digunakan untuk  pembuatan kompos untuk budidaya pertanian. Selain itu, dapat digunakan untuk meningkatkakan kualitas lingkungan, khusunya kualitas air (perairan). Jika air sungai bebas tinja, kualitas air menjadi lebih baik. Dengan dibangunnya IPLT, para pelaku usaha sedot WC, menurut Muhammad Yani, tak boleh lagi membuang limbah tinja sembarangan, karena pemerintah sudah menyediakan fasilitas tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved