Seputar Kalteng

Jual Beli Tanah Sengketa Berujung Penusukan di Kantor Kelurahan

Suasana kantor Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut yang terletak di Jalan Jati, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/4/2018)

Jual Beli Tanah Sengketa Berujung Penusukan di Kantor Kelurahan
Tribun Kalteng/Fathurahman
Korban saat dalam perawatan petugas RS yang dijenguk Kapolsek Pahandut Palangkaraya AKP Ronny Wijaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Suasana kantor Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut yang terletak di Jalan Jati, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/4/2018) siang mendadak gaduh.

Ini setelah, Nurdin nekat melakukan penusukan terhadap Lukmantoro (46) menggunakan sebilah pisau.

Informasi terhimpun, menyebutkan, kejadian penganiayaan berupa penusukan tersebut, akibat jual beli tanah yang diduga masih dalam sengketa, yakni Nurdin menjual tanah dengan bekal surat keterangan tanah (SKT) kepada korban Lukmantoro warga yang tinggal di Jalan Simpang Panglima Batur No.6 Rt. 002 Rw. 014 Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Palangkaraya seharga Rp200 juta.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live TV) Burnley vs Chelsea Malam Ini, Liga Inggris Pekan 35

Namun belakangan, ternyata tanah yang dijual oleh Nurdin kepada Lukmantoro tersebut, ternyata ada pemilik lain yang memegang surat hak milik (SHM) atas tanah tersebut bernama Rahman, sehingga mengakibatkan terjadi keributan berujung pada penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh Nurdin dibantu seorang rekannya.

"Ya memang terjadi keributan saat mereka berada di kantor kelurahan,"ujar Dian salah seorang saksi kepada polisi.

Bahkan, di dalam kantor kelurahan Panarung tersebut, saat polisi datang ke TKP untuk memintai keterangan kepada pihak kelurahan, masih tampak bercak darah yang berhamburan di lantai kantor kelurahan tersebut setelah Nurdin melakukan penusukan ke korban Lukmantoro yang mengenai lengan sekitar ketiak korban.

Terpisah, Kapolsek Pahandut Palangkaraya, AKP Ronny Wijaya, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi, pukul 12.30 wib telah dengan lokasi keributan di Kantor Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Kalteng disaat semua pihak datang ke Kantor kelurahan dengan niat menyelesaikan masalah tersebut atas pemintaan Rahman pemilik tanah pemegang SHM.

Baca: Video Pengangkatan Jasad Diduga Saddam Hussein, Teriakan Laa Ilaaha Illallah Terdengar

Rahman marah, setelah mengetahui, tanah miliknya dijual Nurdin kepada orang lain dengan nilai Rp200 juta dan meminta Nurdin dan Lukmantoro menyelesaikan masalah tersebut di kantor kelurahan Panarung.

"Terjadi keributan saat mereka berada di kantor kelurahan sehingga puncaknya Nurdin nekat menusuk Lukmantoro,"ujar Kapolsek.

Parahnya, setelah korban ditusuk oleh pelaku yang diduga dibantu oleh seorang rekannya, sekonyong-konyong pelaku begitu saja pergi meninggalkan korban dengan luka tusuk di bagian lengan sekitar ketiak yang darahnya mengucur di selasar Kantor Kelurahan Panarung dan disaksikan banyak orang, bahkan seperti jagoan mengacungkan pisau sambil berteriak mengancam.

"Pelaku saat itu sempat mengancam korban dan pegawai yang ada di kantor tersebut sambil kabur menggunakan sepeda motor bersama seorang rekannya meninggalkan korban.Saat ini, kami masih melakukan perburuan terhadap pelaku dan rekannya yang kabur tersebut, sedagkan korban sudah diberikan pertolongan di RS," ujarnya lagi.

Kapolsek menduga, pelaku nekat melakukan penganiayaan, lantaran merasa terpojok dan salah serta malu, sehingga nekat menusuk korban menggunakan pisau sangkur panjang berukuran sekitar 40 cm mengenai lengan kanan korban. Saat pelaku menusuk korban ada teman pelaku yang memegangi punggung korban.

"Korban mengalami luka di bawah ketiak kanan,"ujarnya.(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved