Berita Hulu Sungai Selatan

Kebarakan di Nagara, Api Diduga Berasal dari Rumah Kosong

Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Satria Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) diduga karena arus pendek

Kebarakan di Nagara, Api Diduga Berasal dari Rumah Kosong
Polsek Daha Selatan
Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Satria Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) diduga karena arus pendek, Kamis (19/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Satria Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) diduga karena arus pendek, Kamis (19/4/2018).

Kapolsek Daha Selatan IPDA I Putu Suardika mengatakan bahwa sumber awal api diperkirakan dari rumah warga yang dalam kondisi kosong.

"Informasi awal sumber api dari rumah yang kebetulan kosong. Tidak ada aktivitas memasak. Dugaan sementara untuk sumber api kemungkinan karena arus pendek," katanya.

Pihaknya berharap masyarakat yang mengalami musibah kebakaran bisa tabah dan sabar. Untuk masyarakat lainnya tetap dihimbau agar waspada dan berhati-hati.

Baca: Masih Menjadi Misteri, Dimanakah Jasad Saddam Hussein Berada?

"Saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk mengecek kembali baik kompor, dapur, dan aliran listrik dan peralatan elektronik lainnya," katanya.

Sekadar diketahui, Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul pukul 15.30 WITA ini membuat geger warga sekitar dan warga di Nagara.

Tim pemadam kekabaran langsung bergerak cepat untuk memadamkan api yang cepat membesar. Apalagi lokasi kebakaran terjadi di wilayah yang padat penduduk.

Baca: Kasus Campak Terjadi di Pujon Kapuas, Ada 5 Orang Terduga Terkena

Ada enam rumah warga yang mengalami musibah kebakaran. Berkat kerja keras tim relawan dan pemadam kebakaran api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.

Berdasarkan data yang dihimpun ada lima rumah warga terbakar 100 persen dan satu rumah terbakar sekitar 20 persen.

Berdasarkan data dari BP Kesbang Pol HSS rumah yang terbakar ada rumah Zuhriah (60) dengan dihuni dua jiwa, rumah Basuni (60) ad enam jiwa, Sakdiah (70) dengan lima jiwa, Ahmad (65) dengan lima jiwa, Salbiah (57) ada empat jiwa dan rumah Norma yang dihuni empat jiwa. (Banjarmasinpost.co.id/Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved