Berita HSU

Pedagang di Amuntai Diciduk Polisi karena Kedapatan Menjual 55 Karung Gula Rafinasi

Para konsumen di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) perlu lebih berhati hati saat membeli bahan makanan pokok

Pedagang di Amuntai Diciduk Polisi karena Kedapatan Menjual 55 Karung Gula Rafinasi
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Barang bukti gula rafinasi yang ditemukan polisi dijual pedagang di Amuntai HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Para konsumen di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) perlu lebih berhati hati saat membeli bahan makanan pokok, Polres HSU baru saja mengamankan pelaku usaha memperdagangkan gula rafinasi.

Frans warga Kelurahan Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah diamankan anggota Polres HSU, Rabu (18/04/2018). Humas Polres HSU Iptu Alam Saktiswara mengatakan anggota Polres Muhammad Lazuardi dan Iwan Krisnawan melakukan pemeriksaan pada toko yang menjual makanan dan minuman tersebut.

Dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan gula kristal rafinasi merk BMM sebanyak 55 karung yang berisi sebanyak 2.750 kilogram, dalam kemasan plastik satu kilogram sebanyak 68 bungkus, dalam kemasan plastik setengah kilogram sebanyak 71 bungkus, dalam kemasan plastic seperempat kilogram sebanyak 39 bungkus, dan satu karung yang berisi sebanyak 30 kilogram. 

Baca: Menurut Guru Sekumpul, ini 18 Golongan yang Dosanya Tidak Akan Diampuni Allah di Malam Nisfu Sya’ban

‘Gula yang diedarkan tidak sesuai dengan aturan perdagangan, karena kualitasnya tidak sesuai standar, yaitu gula rafinasi yang hanya boleh digunakan untuk bahan industi bukan untuk konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

Gula Rafinasi merupakan gula yang memiliki warna lebih putih. Gula ini dilarang edar karena memiliki cukup membahayakan bagi kesehatan. JIka dikonsumsi terus menerus makan dapat menyebabkan pengeroposan tulang dan meningkatkan resiko diabetes.

Barang baukti lain yang juga diamankan adalah satu set timbangan warna hijau merk , sendok besar dan bungkus plastik merk Bawang.  

Baca: Ini Amalan-amalan Khusus di Malam Nisfu Syaban Menurut Abah Guru Sekumpul

Ketentuan ini diatur dalam rumusan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan/atau pasal 110 Jo pasal 30 ayat (1) dan/atau pasal 106 Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved