Kriminalitas Tanahlaut

Sebelum Terciduk, Verawati Raup Untung Rp 7,6 Juta Transaksi Bisnis Sabu

Verawati, terdakwa kasus kepemilikan 46 paket narkotika jenis sabu mengaku pernah meraup keuntungan Rp 7,6 juta sekali transaksi.

Sebelum Terciduk, Verawati Raup Untung Rp 7,6 Juta Transaksi Bisnis Sabu
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Verawati, terdakwa kasus kepemilikan 46 paket narkotika jenis sabu mengaku pernah meraup keuntungan Rp 7,6 juta sekali transaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (19/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Verawati, terdakwa kasus kepemilikan 46 paket narkotika jenis sabu mengaku pernah meraup keuntungan Rp 7,6 juta sekali transaksi.

Itu diakuinya saat ditanyai majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari yang diketuai Mohammad Amrullah dan didampingi dua hakim anggota Harries Konstituanto dan Amelia Sukmasari, Kamis (19/4/2018).

Verawati mengaku dites urine saat ditangkap polisi yang hasilnya negatif. Itu karena memang tidak pernah mengonsumsi dan hanya menjualkan sabu saja di wilayah Desa Pandansari Kecamatan Kintap dan sekitarnya.

Ditanyai motivasinya berbisnis narkotika, Verawati mengaku kenal dari teman lelaki bernama Junaidi. Dari Junaidi itulah, Verawati menabung untuk membeli satu kantong sabu seberat lima gram di Banjarmasin.

Baca: Masih Menjadi Misteri, Dimanakah Jasad Saddam Husein Berada?

Lima gram sabu itu diracik Verawati menjadi paket kecil dengan harga jual bervariasi Rp 200 ribu, Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu. Sebelum diciduk Satnarkoba Polres Tanahlaut sudah terjual tiga paket.

Verawati diamankan polisi saat menyerahkan satu paket sabu seharga Rp 200 ribu yang dibingkus kertas tisu di Jalan Nasional tidak jauh daro warung mamanya.

Polisi menemukan 45 paket dari dalam dompet kecil yang dibawa Verawati. Polisi juga menyita sepeda motor matik yang digunakan sebagai alat transportasi menjajakan sabu, pada 19 Januari 2018.

Baca: Disambar Petir, Rumah Dinas Inhutani Ludes Terbakar

Dalam sidang itu, majelis hakim juga memintai keterangan dua saksi dari personel Satresnarkotika Polres Tanahlaut dan saksi mahkota, terdakwa Umar Sidik.

Pekan depan, majelis hakim mendengarkan tuntutan jaksa terhadap Verawati yang saat tampil menyampaikan keterangan selaku terdakwa mendapat pujian majelis hakim.

Itu karena memakai jilbab dan berpakaian tertutup. 100 persen berbeda dengan fotonya dalam berkas berita acara pemeriksaan di hadapan majelis hakim yang tampak berpakaian kaus seksi dan tidak menutup kepalanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help