Tajuk

Wajib Bergerak

Pencoretan itu dikhawatirkan berdampak terhadap Kalsel. Sampai saat ini, koneksi rel kereta di Kalsel juga masuk bagian dari PSN

Wajib Bergerak
tribunkaltim.co/fachmi rachman
Ilustrasi - Lahan proyek pembangunan rel kereta api Trans Borneo di Buluminung, Kabupaten PPU hanya tampak papan nama proyek saja. 

MINIMNYA investor diyakini jadi alasan kuat adanya pencoretan proyek kereta api di Provinsi Kalimantan Timur. Pencoretan pembangunan jalur kereta api di Kaltim adalah satu dari enam Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor perhubungan diputuskan dalam hasil evaluasi dalam rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (17/4).

Pencoretan itu dikhawatirkan berdampak terhadap Kalsel. Sampai saat ini, koneksi rel kereta di Kalsel juga masuk bagian dari PSN selain Bandara Syamsudin Noor, Kawasan Industri Batulicin di Kabupaten Tanahbumbu, dan Kawasan Industri Jorong di Kabupaten Tanahlaut serta pembangunan Irigasi Pitap di Kabupaten Tapin.

Seperti diketahui, pengembangan jalur kereta api trans Kalimantan adalah salah satu program kerja nasional era Jokowi-Kalla yang ingin membangun koneksi antarkota di Pulau Kalimantan Selain itu, pengembangan rel kereta api di Kalimantan sudah masuk dalam rencana induk perkeretaapian nasional. Kata Dirjen Perkereaapian Kemenhub saat sosialisasi UU Perkeretapian di Banjarmasin beberapa waktu lalu, rencana pembangunan konstruksi rel kereta api bakal dipercepat.

Pembangunan konstruksi rel kereta api sebelumnya akan dimulai pada 2022, namun setelah tahapan seperti Amdal dan DED mampu diselesaikan, proyek pun dipercepat mulai 2019 atau bahkan bisa jadi 2018.

Kadishub Kalsel Rusdiansyah menyatakan, terkait jalur kereta api di Kalsel hanya pendampingan. “Tetap yang eksekusi nanti adalah Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Kekhawatiran tidak dilanjutkannya PSN jangan dianggap sebelah mata, khususnya untuk pemerintah daerah di seluruh wilayah Kalsel. Dicoretnya proyek rel kereta api di Kaltim seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah, khususnya Pemprov Kalsel untuk menjalin komunikasi dengan kementerian atau pemerintah pusat.

Berbagai upaya segera dilakukan untuk mewujudkan pembangunan PSN di sejumlah wilayah di Kalsel. Tujuannya tak lain untuk memajukan daerah dari sektor ekonomi dan banyak lainnya. Tentunya akan banyak dampak positif lain yang mengiringi.

Slogan Bergerak yang selalu jadi jargon Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor juga jangan sekadar diucapkan dalam tiap kesempatan. Wajib ada implementasi nyata khususnya untuk mewujudkan PSN di Bumi Lambung Mangkurat.

Tentu tidak hanya Pemprov Kalsel yang bergerak, seluruh elemen dari kabupaten dan kota juga wajib mendukung penuh suksesnya pelaksanaan PSN. Koneksi antarinstansi dan kolaborasi pemerintahan kabupaten, kota serta provinsi tentu akan jadi daya dobrak kuat di kementerian.

Bisa jadi, dengan kegigihan daerah menjalin komunikasi, kementerian akan lebih semangat untuk mewujudkan PSN yang ada di Kalsel.

Walaupun sudah ada pernyataan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan hilirisasi adalah sebuah keharusan dalam membangun Kalimantan Selatan, termasuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kalsel. Namun tetap saja, daerah jangan hanya berpangku tangan. Mari bergerak! (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved