Keunikan Masjid Pusaka Puain Kanan

Pusaka Tertua Sejarah Islam di Tabalong, Terungkap Kisah Tokoh Dayak dan Khatib Dayan

Bukan hanya sama-sama masjid tertua di Tabalong, dari sisi penamaan masjid di Desa Puain Kanan ini mirip

Pusaka Tertua Sejarah Islam di Tabalong, Terungkap Kisah Tokoh Dayak dan Khatib Dayan
dony usman
Masjid Pusaka Nurul Iman Puain Kanan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Selain Masjid Pusaka Banualawas, di Desa Banualawas, Kecamatan Banualawas, masjid tertua lainnya di Kabupaten Tabalong juga terdapat di Desa Puain Kanan, Kecamatan Tanta.

Bukan hanya sama-sama masjid tertua di Tabalong, dari sisi penamaan masjid di Desa Puain Kanan ini mirip dengan yang ada di Banualawas, yakni Masjid Pusaka Nurul Iman.

Kedua masjid ini pun menjadi bukti awal masuknya agama Islam ke Bumi Sarabakawa yang saat itu dibawa Khatib Dayan.

Baca: Ribut-ribut Facebook Ditutup Lalu Diblokir 24 April, Ini Fakta Sesungguhnya

Menariknya lagi ternyata tokoh sentral dari cerita kedua masjid ini adalah dua bersaudara tokoh dayak saat itu yang sama-sama telah masuk Islam.

"Sebenarnya dari cerita yang ada mereka ada empat bersaudara, tiga orang masuk Islam dan satu yang paling bungsu yang tidak masuk Islam," kata Mahyuni, Jupel Masjid Pusaka Nurul Iman kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: 12 Tentara AS yang Menjaga Saddam Hussein di Penjara Bersedih Saat Hari Eksekusi, Begini Ceritanya

Yang masuk Islam itu dikenal sebagai Datu Ugap di Banualawas, Datu Ranggama di Masjid Pusaka Nurul Iman Puain Kanan dan Datu Siti Marhaji di Balangan.

Baca: Plak! Siswa Terhuyung Kesakitan, Guru di Banyumas Tampar Wajah Siswa dengan Keras

Sedangkan yang tidak masuk Islam adalah yang paling bungsu dikenal dengan nama Datu Ugut.

"Datu Ugut ini yang menjaga suku dayak asli Tabalong yang hingga kini berada di wilayah utara," ungkapnya.

Datu Ranggama sendiri masuk Islam pada sekjtar tahun 1625 dan kemudian membangun masjid pada tahun 1638.

Sebelum banyak masjid lainnya berdiri, Masjid Pusaka Nurul Iman inilah yang selalu didatangi warga dari berbagai desa untuk salat Jumat.

"Karena masuk masjid pertama jadi sekitar 60 tahun, orang dari berbagai desa sembahyang Jumat di sini," katanya.(banjarmasinpost.co.id/dony usman).

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved