Berita HST

Tim RC Panti Sosial Bina Laras Bebaskan Rabiatul dari Pemasungan, Ayahnya Sempat Lakukan Ini

Pemerintah telah menyediakan Kartu Indonesia Sehat. Melalui KIS penderita gangguan jiwa dapat dilayani secara medik.

Tim RC Panti Sosial Bina Laras Bebaskan Rabiatul dari Pemasungan, Ayahnya Sempat Lakukan Ini
istimewa
Rabiatul Adawiah (16) dan Ibunya, warga Desa Cukan Lipai, Batangai Selatan, HST saat dievakuasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur Banjarbarudan Rumah Manusia Foundation, Jumat (20/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pelepasan pemasungan terhadap Rabiatul Adawiyah (16), remaja dari Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batangalai Selatan, Hulu Sungai Tengah hingga dievakuasi ke RS Jiwa Kandangan, akhirnya bisa dilaksanakan Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur Banjarbaru dan Rumah Manusia Foundation, Jumat (20/4/2018).

Pelepasan dan evakuasi disaksikan warga setempat, dihadiri  pihak Dinas Sosial HST, Camat BAS, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan BAS , Lembaga Perlindungan Anak, instansi terkait serta aparat desa.

Rabiatul selanjutnya dibawa untuk mendapat perawatan dan pengobatan di Rs Jiwa Kandangan. Selain Rabiatul, juga turut dibawa ibunya, Yuhanisayang juga menderita gangguan jiwa.

Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial PSBL Budi Luhur H Nur Soleh menjelaskan, pembebasan anak tersebut, merupakan kerja dari tim reaksi cepat dalam kegiatan kedaruratan untuk membebaskan pasung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Baca: Ribut-ribut Facebook Ditutup Lalu Diblokir 24 April, Ini Fakta Sesungguhnya

Baca: Wah Indahnya Tempat Pernikahan Syahnaz dan Jeje Govinda di Hari Kartini

Baca: Begini Nasib Guru SMK Kesatrian Purwokerto yang Tampar Siswanya Gara-gara Sarapan Saat Jam Belajar

Menurutnya, sesuai instruksi Menteri Sosial RI, apapun alasannya, pemasungan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Orang dengan gangguan mental atau jiwa sekalipun juga berhak mendapat perlindungan kekerasan.

“Pemasungan tidak akan menyembuhkan gangguan jiwa, yang ada malah akan memperburuk kondisi jiwa yang bersangkutan,”katanya.

Karenanya, sejak tahun 2015 Dinas Sosial se Indonesia memetakan daerah yang masih ditemukan pemasungan. Dinsos bersama Kemensos bersepakat tidak ada lagi pemasungan dengan cara apapun dan alasan apapun.

“Penderita gangguan jiwa seharusnya diberikan pengobatan secara intensif di rumah sakit jiwa, bukan malah diasingkan dan dipasung,” katanya menjelaskan kepada warga setempat.  

Baca: LIVE STREAMING PSIS vs Persija Liga 1 2018 Jam 15.30 WIB - Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

Disebutkan, pemerintah telah menyediakan Kartu Indonesia Sehat. Melalui KIS penderita gangguan jiwa dapat dilayani secara medik. Selanjutnya anggota keluarga berperan  penting untuk membantu rehabilitasi sosialnya.

 Nur Soleh pun menyampaikan apresiasi kepada warga,  pemerhati sosial dan seluruh aparat yang telah melaporkan adanya kejadian tersebut., sehingga segera bisa dibebaskan dengan cepat. Namun, dia berharap ada tindak lanjut dari Dinas Sosial HST dan Instansi di Desa dan Kecamatan untuk menyosialisasikan hal itu agar masyarakat dapat memperlakukan dengan baik penderita gangguan jiwa.

“Terlebih setelah selasai pengobatan nanti,”imbaunya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help