Berita Banjarmasin

BPBD Kalsel Siagakan 2.000 Personel Jelang Musim Kemarau, Gelar Apel Besar 26 April

Apel besar kebakaran hutan dan lahan di Kalsel akan dimulai minggu depan tepatnya di tanggal 26 April 2018.

BPBD Kalsel Siagakan 2.000 Personel Jelang Musim Kemarau, Gelar Apel Besar 26 April
banjarmasinpost.co.id/Yayat
Titik api kembali muncul, berdasarkan hasil melalui satelit, kali ini berlokasi di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi. 

BANJARMASINPOST, BANJARMASIN - Apel besar kebakaran hutan dan lahan di Kalsel akan dimulai minggu depan tepatnya di tanggal 26 April 2018. 

Menurut Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, apel besar nantinya akan diikuti oleh seluruh elemen, baik instansi pemadam, dinas kehutanan, kepolisian dan TNI, dan tim medis.

"Total ada sekitar 2000 peserta yang akan dihadirkan," kata Wahyuddin, Sabtu (21/4).

Menurut dia, hingga kini baru satu Kabupaten HSU sudah menetapkan siaga darurat Karhutla pada 10 April lalu hingga 31 Oktober.

"Kami masih menunggu satu daerah lagi Kabupaten atau kota untuk membuat SK siaga darurat, saat ini HSU sudah menetapkan siaga darurat Karhutla," jelasnya.

Baca: Jadwal dan Live Streaming Kualifikasi MotoGP Amerika 2018 di Austin Malam Ini : Rossi Galau?

Selain HSU, daerah lain yang memungkinkan untuk siaga darurat Karhutla jelasnya yaitu Banjarbaru, Banjar, Kotabaru, Tanahlaut, HSS dan Batola.

"Daerah-daerah itu diketahui ada hotspot sehingga bisa saja dari beberapa daerah itu menetapkan siaga darurat Karhutla," ujarnya.

Terpantau 15 titik panas di Kalsel diketahui berasal dari kabupaten Banjar, Tabalong dan Kotabaru. Jumlah hotspot sendiri tambahnya muncul dan hilang namun tidak bertambah. Meski sudah terdapat titik panas di Kalsel ia mengatakan pihaknya sudah siaga pencegahan Karhutla.

Baca: NEWSVIDEO: Dua Jam Sembunyi di Sungai, Penjambret Akhirnya Menyerah Karena Kedinginan

Di antaranya sudah ada 2000 petugas dari semua unsur instansi yang sudah siaga san melakukan sosialisasi ke masyarakat. Anggaran dana pun lebih banyak dikucurkan untuk pencegahan, di antaranya sinergitas, dan sosialisasi dibanding aksi pemadaman. (banjarmasinpost.co.id /huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved