Tajuk

Cepat Tanggap di Era Online

Namun perkembangan terkini, urusan seperti di atas sepertinya mulai goyah. Tidak lagi mengurus ini dan itu.

Cepat Tanggap di Era Online
THINKSTOCK.COM
Melakukan altivitas secara online 

KETIKA semua usaha, harus mengurus izin. Mungkin, cukup banyak yang harus dimiliki. Semuanya harus mengeluarkan uang. Selanjutnya, uang itu akan masuk ke kas daerah. Nantinya, digunakan untuk pembangunan atau kepentingan masyarakat. Begitulah yang selama ini berlangsung.

Namun perkembangan terkini, urusan seperti di atas sepertinya mulai goyah. Tidak lagi mengurus ini dan itu. Tidak bayar ini dan itu. Bahkan bisa jadi, tidak bermuara lagi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pastinya digunakan untuk kemaslahatan masyarakat.

Penyebabnya karena perkembangan teknologi. Khususnya, kemunculan aplikasi-aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk berusaha, berbisnis, bertransaksi, bahkan bayar atau transfer uang. Seperti yang beberapa waktu lalu ramai di Banjarmasin dan polemiknya masih berlangsung sampai sekarang, yaitu angkutan online.

Ketika fenomena taksi online belum tuntas, muncul lainnya, yaitu hotel online di Banua. Cara usahanya, pemilik bangunan memanfaatkan aplikasi khusus untuk menawarkan tempatnya kepada pengguna internet yang ingin menginap. Mungkin usaha ini mirip indekos, tidak harus mengurus izin ke instansi pemerintah. Karena itu, tarif sewa pun bisa ditekan alias murah. Sedangkan yang membedakan dengan indekos, tempat tersebut didesain sedemikian rupa sehingga penyewa serasa menginap di hotel bintang tiga atau bahkan lebih lagi.

Sebuah rumah, mungkin dari luar terlihat biasa saja. Tetapi bisa jadi, banyak yang tidak mengetahui sebagai hotel online yang tamunya berdatangan dari berbagai daerah atau bahkan belahan dunia lain.

Nah, fenomena kedua ini membuat pengusaha hotel di Kalsel bereaksi. Kata mereka, berdampak pada iklim usahanya. Dari sini, setidaknya mereka tersaingi oleh usaha hotel online. Bila mereka harus bayar pajak, pesaingnya tidak demikian.

Namun reaksi para pengusaha hotel di Kalsel, khususnya Banjarmasin dan sekitar, tidak mendapatkan tanggapan yang diharapkan dari pemerintah. Penyebabnya, pemerintah tidak memiliki aturan untuk bisa bertindak. Alasan pemerintah, hotel online adalah hal baru. Perlu waktu bagi pemerintah untuk bikin aturan mainnya.

Tentu, dua fenomena usaha itu harus segera ditangani pemerintah dengan sebaik-baiknya. Seadil-adilnya. Tidak sampai merugikan siapapun. Pastinya, menyenangkan pula bagi semua pihak. Iklim usaha pun bedampak bagus untuk masyarakat Banua.

Tapi perlu diingat, itu baru dua fenomena usaha yang berbasis online. Beragam usaha akan makin banyak lagi yang dijalankan via online. Lalu, bagaimana pemasukan bagi daerah? Cukupkah waktu bagi pemerintah untuk menyusun aturan mainnya? Bakal sangat merepotkan, ketika belum selesai menyusun aturan main untuk usaha hotel online, sudah muncul fenomena ketiga, keempat dan seterusnya. Karena itu, wajar bila masyarakat berharap pemerintah cepat tanggap, mampu mengantisipasi. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved