Berita Kotabaru

O2SN dan FLS2N Hanya Diikuti 11 Perwakilan Sekolah, Kepala Disdik Ancam Sanksi Sekolah yang Tak Ikut

Ditegaskan Selamat, akan mengirimkan surat khusus ke sekolah di 10 kecamatan yang tidak ikut kegiatan tahun ini.

O2SN dan FLS2N Hanya Diikuti 11 Perwakilan Sekolah, Kepala Disdik Ancam Sanksi Sekolah yang Tak Ikut
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Selamat Riadi (lima dari kiri) membuka secara resmi kegiatan O2SN dan FLS2N di halaman kantor Dinas Pendidikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Selamat Riadi menyatakan, akan mengirimkan surat berisi teguran keras terhadap sekolah yang tidak mengirimkan perwakilan mengikuti O2SN dan FLS2N.

Hal itu dikemukakan Selamat, usai membuka secara resmi kegiatan O2SN dan FLS2N tingkat sekolah dasar (SD) di halaman kantor Dinas Pendidikan Kotabaru, Sabtu (21/4/2018).

Ditegaskan Selamat, akan mengirimkan surat khusus ke sekolah di 10 kecamatan yang tidak ikut kegiatan tahun ini. Diharapkan agar di 2019 dapat mengikuti kegiatan tersebut. Tidak kecuali yang sudah mengikuti tahun ini.

Tujuan kegiatan karena tidak hanya melihat potensi dan bakat siswa dan siswi dari perwakilan sekolah bertanding dengan sekolag di masing-masing kecamatan.

Namun kegiatan bersifat wajib dan harus diikuti perwakilan sekolah di 21 kecamatan di Kotabaru, merupakan ajang seleksi peserta yang akan mewakili O2SN dan FLS2N ditingkat provinsi.

"Kami akan mewajibkan mereka mengikuti di tahun 2019. Tahun depan tidak ada alasan lagi mereka tidak ikut. Kami akan berikan peringatan yang keras bagi mereka tidak mengikutinya," tegas Selamat kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (21/4/2018).

Terlebih dari segi pembiayaan dan keperluan mengikuti O2SN dan FLS2N sudah dianggarkan melalui dana operasional sekolah.

"Jadi mungkin koment mereka yang mengirim anak-anaknya yang belum serius," ujarnya.

Sementara 11 kecamatan lainnya bisa mengirimkan perwakilannya mengikuti kegiatan. "Tapi kenapa 10 kecamatan lainnya tidak bisa," ungkapnya.

Padahal kegiatan 02SN dan FLS2N ini jauh-jauh hari sudah disosialisasikan ke semua sekolah di 21 kecamatan.

"Sudah dua tahun terakhir kegiatan sama. Jadi saya kita untuk kegiatan 2019 juga sama. Jadi paling tidak sudah bisa menyiapkan kreteria-kriteria," tambahnya.

Bisa melalui ketua gugus atau perundingan melalui kelompok kerja kepala sekolah dimasing-masing kecamatan.

"Dilakukan seleksi terbatas di tingkat kecamatan. Baru dikirim ke tingkat kabupaten," imbuh Selamat.

Terpisah, untuk kegiatan O2SN dan FLS2N tahun ini diikuti perwakilan sekolah dari 11 kecamatan. Dengan total 96 peserta dengan rincian 66 peserta O2SN dan 30 peserta FLS2N.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved