Saraba Kawa

Babak Baru Proses Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Pemkab Tabalong Optimistis Pembangunan Dilaksanakan

Untuk mewujudkan pembangunan yang merata di Kabupaten Tabalong, pada Rabu (18/42018) kemarin, rombongan Pemkab Tabalong

Babak Baru Proses Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Pemkab Tabalong Optimistis Pembangunan Dilaksanakan
istimewa/humas pemkab tabalong
Plt Bupati Tabalong H Zony Alfianoor (kemaja batik ungu) dan jajaran saat bertemu Direktorat Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Untuk mewujudkan pembangunan yang merata di Kabupaten Tabalong, pada Rabu (18/42018) kemarin, rombongan Pemkab Tabalong yang dipimpin oleh Plt Bupati Tabalong H Zony Alfianoor mendatangi Direktorat Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta.

Maksud kedatangan Plt Bupat Tabalong yaitu untuk berkoordinasi terkait ijin pinjam pakai kawasan hutan seluas 47,62 hektare untuk keperluan pembangunan akses jalan bagi masyarakat yang berada di desa terisolir di Kecamatan Bintang Ara, Muara Uya dan Haruai.

Pada kesempatan itu juga, Pemerintah Kabupaten Tabalong menyerahkan Dokumen Amdal dan Ijin Lingkungan yang menjadi salah satu syarat keluarnya izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Izin lingkungan dan dokumen amdal sudah selesai dan siap diserahkan untuk kelengkapan izin," ungkap H Noor Rifani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabalong.

Direktur Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Kasubdit Penggunaan dan Pengendalian Kawasan Hutan Tuti Mariati yang menerima rombongan dari Pemkab Tabalong mengatakan, untuk dokumen perizinan pinjam pakai kawasan hutan di Tabalong akan segera disurvey dan diinventarisir terlebih dahulu oleh tim dari kementerian sebelum akhirnya dikeluarkannya izin dimaksud.

“Saya yakin kalo hanya seluas 47 hektar (kawasan hutan), prosesnya tidak lama,” ucap Tuti.

Namun, masyarakat di desa Dambung Raya, Salikung dan sekitarnya diminta untuk lebih bersabar karena setelah izin pinjam pakai kawasan hutan keluar tidak serta merta pembangunan jalan dapat segera dilaksanakan, masih perlu 3 tahapan lagi agar penggunaan kawasan hutan secera legal dapat dibangun.

”Masih ada proses pengukuran tata batas, penetapan relokasi rehabilitasi dan penetapan area kerja,” jelas Kasubdit Penggunaan dan Pengendalian Kawasan hutan Kementerian LH dan Kehutanan Tersebut.

Sementara itu Plt Bupati Tabalong H Zony Alfianoor berharap proses pembangunan di kawasan hutan tersebut dapat segera dilaksanakan, mengingat masyarakat sangat membutuhkan akses jalan tersebut.

"Ini sudah terlalu lama dibiarkan berlarut – larut, masalah ini menjadi kendala kita membangun disana (Desa Dambung Raya dan sekitarnya),”jelas Zony.

Namun Zony optimistis pembangunan jalan yang direncanakan sepanjang 60 Km di kawasan hutan lindung tersebut dapat terlaksana tahun ini.

”Anggarannya sudah ada, dan mendengar penjelasan dari pihak Kementerian tadi, kami optimis pembangunan akan dilaksanakan tahun ini," tuturnya. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved