Berita Tapin

NEWSVIDEO : Demi UNBK Siswa dari Pegunungan Meratus Rela Turun Gunung

Anak-anak pegunungan Meratus itu tampak percaya diri, mengutak-atik komputer memakai mouse juga tidak terlihat kaku.

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Empat unit mobil menurunkan puluhan siswa di depan SMPN1 Rantau, Senin (23/4/2018) pagi, ternyata para siswa itu adalah pelajar dari kaki pegunungan Meratus yaitu SMPN1 Piani yang ikut ujian nasional menggunakan cara modern yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Memasuki ruang komputer, anak-anak pegunungan Meratus itu tampak percaya diri, mengutak-atik komputer memakai mouse juga tidak terlihat kaku.

Para pelajar SMPN1 Piani itu latar belakang orangtuanya petani, pekebun, penggali pasir dan pengumpul batu gunung, jelas Kepsek SMPN1 Piani, Abu Yazid.

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Tampines Rovers vs Persija di Grup H Piala AFC 2018 - Cetak Sejarah!

Meskipun mereka tinggal di kaki pegunungan Meratus, kata Yazid, tetapi semangat mereka untuk sekolah dan sukses, cukup tinggi.

Karena itu pada ujian nasional 2018 ini, kami memberanikan diri mengikutkan mereka UNBK di SMPN1 Rantau. Sebelum ikut UNBK itu, para pelajar telah dilatih berkali-kali menggunakan komputer di sekolah.

"Memang kami sempat repot sedikit mengajari mereka komputer, terutama menggunakan mouse komputer, tangannya masih kaku, tetapi setelah dilatih, akhirnya kaku menggunakan mos itu sudah tidak lagi," jelas Abu Yazid.

Baca: Prediksi dan Jadwal Siaran Langsung Liverpool vs AS Roma Semifinal Liga Champion 2018

Menurut Yazid, sejumlah 50 pelajar dari kaki pegunungan Meratus yang ikut UNBK itu diangkut menggunakan empat unit mobil. Sekitar 45 menit perjalanan, baru sampai ke SMPN1 Rantau.

Dipilihnya SMPN1 Rantau untuk ikut melaksanakan UNBK, karena sekolah tersebut banyak memiliki komputer, sehingga mampu menampung sekolah lain untuk melaksanakan UNBK, jelas Abu Yazid.

Menurut Abu Yazid meskipun sekolahnya berada di kaki bukit pegunungan Meratus, tetapi tidak mau ketinggalan dalam kemajuan, sehingga memilih ujian nasional menggunakan UNBK.

Menurut Abu Yazid, para siswanya yang ikut UNBK terlebih dulu telah melakukan simulasi beberapa kali, sehingga tidak asing lagi menggunakan komputer.(Banjarmasinpost.co.id /Ibrahim Ashabirin)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved