Kriminalitas Tanahlaut

Besok, Empat Pelajar SMA Panyipatan Pencabul Adik Kelas Disidangkan

Kasus pencabulan yang menimpa siswi SMAN Panyipatan di bawah jembatan arah Sabuhur di Desa Batumulya, Kecamatan Panyipatan

Besok, Empat Pelajar SMA Panyipatan Pencabul Adik Kelas Disidangkan
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Humas Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus pencabulan yang menimpa siswi SMAN Panyipatan di bawah jembatan arah Sabuhur di Desa Batumulya, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut memasuki babak baru.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, penyidik pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tanahlaut melimpahkan berkas keempat tersangka, anak bersentuhan dengan hukum kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Keempat anak itu berinisial MI (17), warga Desa Sukaramah, IBS (17), warga Desa Kuringkit, MZ (16) , warga Desa Sabuhur dan R (15) juga warga Desa Sabuhur merupakan teman satu sekolah dengan korban.

Baca: 3 Link Live Streaming RCTI AFC Cup Tampines Rovers vs Persija Jakarta Malam Ini Jam 19.00 WIB

Keempat anak itu tega bergiliran mencabuli korban dalam kondisi mabuk minuman oplosan alkohol cap gajah duduk. Tersangka diduga tergiur ketika rok panjang warna abu-abu tersingkap, Selasa (3/4/2018) sore hingga malam.

Humas Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (24/4/2018) membenarkan berkas kasus pencabulan siswa SMU dilimpahkan dan ditetapkan jadwal persidangannya.

Baca: Live RCTI! LIVE STREAMING Tampines Rovers vs Persija di RCTI, Piala AFC Malam Ini 19.00 WIB

"Sidangnya besok, terdakwa ada empat. Didakwa melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ujar pria yang juga Kepala Seksi Intelejen pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Sementara, informasi dihimpun di Pengadilan Negeri Pelaihari, sidang perkara khusus anak yang berhadapan dengan hukum itu akan dipimpin hakim Leo Mampe Hasugian secara tertutup dengan menghadirkan petugas Balai Pemasyarakatan, penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Pelaihari dan orangtua para terdakwa. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved