Kalsel Sulbar Khawatir Tak Terima Triliunan Rupiah Bagi Hasil Parcipating Interest Sebuku

Pemprov Kalsel dan Sulbar mulai was-was jelang deadline penyelesaian memenuhi persyaratan untuk mendapatkan parcipating interest (PI)

Kalsel Sulbar Khawatir Tak Terima Triliunan Rupiah Bagi Hasil Parcipating Interest Sebuku
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Pansus BUMD sulbar bersama pemprov kalsel dalam kunjungan kerja di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemprov Kalsel dan Sulbar mulai was-was jelang deadline penyelesaian memenuhi persyaratan untuk mendapatkan parcipating interest (PI) dari blok Sebuku. Sejak dideadline 2017 lalu, Pemprov Kalsel dan Sulbar kini belum menyelesaikan persyaratan yang diberikan oleh SKK Migas agar bisa menerima bagi hasil dari pembayaran blok sebuku ke SKK Migas.

Deadline yang diberikan SKK Migas sendiri pada 20 Juni. Namun kedua belah pihak sama-sama belum menyelesaikan persyaratan yaitu membentuk perda BUMD dan membuat BUMD yang bertugas menerima dana PI dari Blok sebuku.

Pemprov Kalsel misalnya jelang satu setengah bulan deadline belum melakukan pelantikan direksi BUMD. "Kita masih berproses menunggu pendirian direksi," ujar Asisten satu bidang pemerintahan Pemprov Kalsel, Siswansyah saat ditemui, Selasa (24/04/2018).

Baca: Live RCTI! LIVE STREAMING Tampines Rovers vs Persija di RCTI, Piala AFC Malam Ini 19.00 WIB

Sementara jika kedua belah pihak tak menyelesaikan persyaratan hingga batas waktu yang ditentukan dikhawatirkan dana PI tak bisa digelontorkan ke Pemprov Kalsel dan Sulbar.

Dalam hal ini ungkapnya Kalsel dan Sulbar tidak dalam kondisi bersaing. Pasalnya jika salah satu diantaranya belum menyelesaikan persyaratan maka bisa saja dana PI gagal diberikan ke daerah.

"Saat ini Kalsel dan Sulbar sama-sama was-was dan khawatir terkait PI ini," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Namun Siswansyah mengaku yakin Pemprov Kalsel bisa menyelesaikan persyaratan sebelum deadline.

Terlebih kini Kalsel sudah memiliki BUMD yaitu PT Kalsel Bergerak yang rencananya akan menjadi BUMD Kalsel yang khusus bergerak hanya untuk menerima dana PI dari pusat kemudian membaginya dengan daerah terdekat yang berdampak dari blok sebuku dan menyalurkannya menjadi PAD Kalsel.

Seperti diketahui Pemerintah Pusat memberi bagian sebesar 10 persen dari total dana yang dibayarkan blok sebuku ke pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat selama ini mendapat pembayaran pajak sekitar 100 triliun.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved