Opini Publik

Selamat Datang di Banjarbaru Kota Masa Depan

Kawasan baru yang bernama Gunung Apam inilah atas perintah Gubernur Murdjani, maka bergeraklah sebuah Tim Perencanaan Kota

Selamat Datang di Banjarbaru Kota Masa Depan
nia kurniawan
Kantor Wali Kota Banjarbaru. 

Oleh: DR Eddy E Jaya MS

Ketua DPD KNPI Kota Banjarbaru Alumnus JICA/ICETT Nagoya-Yokaichi Japan 2013

Bukanlah suatu kebetulan, ketika Gubernur Visioner di tahun 1953 Kalimantan Dr Murjani menunjuk suatu kawasan yang bertanah padat untuk menjadi cikal bakal Ibu kota Kalimantan. Alasan yang mendasari pemikiran Gubernur Visioner ini karena Banjarmasin sebagai Ibu kota Kalimantan saat itu acapkali “Calap” sehingga apel gubernuran pun seringkali berpindah tempat. Hal ini wajar karena Banjarmasin memiliki kontur lahan yang rendah dan berawa-rawa. Oleh Gubenur Murdjani Kota Banjarmasin tetap dipertahankan sebagai Kota Perdagangan, namun Ibu kota harus pindah ke tempat yang baru.

Kawasan baru yang bernama Gunung Apam inilah atas perintah Gubernur Murdjani, maka bergeraklah sebuah Tim Perencanaan Kota yang dipimpin oleh DAW Van der Peilj (Kepala Pekerjaan Umum Kalimantan) untuk merancang Kota Masa Depan Kalimantan. Kota yang dimana nantinya adalah Ibu kota Ideal bagi masyarakat Kalimantan. Perencanaan kota tertata apik. Jalan-jalan utama dibuat lurus dan besar. Semua jalan terkoneksi sempurna. Intinya kota ini adalah kota yang benar-benar dirancang (by design). Alun-alun dan kelengkapannya dibuat sesuai standar kota-kota di Eropa. Standar dengan ciri urban planning adanya Balai Kota, lapangan, Taman/Hutan Kota, Kantor Pos dan sekolah.

Wacana pemindahan ibu kota hampir saja menghilang, karena Banjarbaru saat itu selama 23 tahun fokus berjuang untuk meningkatkan status kota dari kota administratif menjadi sebuah Kota (Kotamadya). Hal ditandai dengan dilantiknya A Fakhrulli di tahun 1999 sebagai Pejabat Wali Kota Banjarbaru oleh Mendagri Syarwan Hamid.

Penulis ingat betul, di tahun 2000, saat itu penulis masih menjadi aktif sebagai Aktivis Mahasiswa (Ketua HMI Komsat Perikanan Unlam/Ketua DEMA FI Unlam) sehingga cukup intens beraudiensi baik formal maupun informal dengan Rudy Resnawan sebagai Walikota pertama terpilih. Penulis ingat betul beliau berujar “Mahasiswa boleh aja demo, asal jangan menginjak-injak taman dan merusak fasilitas kota”. Habis Demonstrasi biasanya oleh beliau, Aktivis diundang untuk makan bersama. Tentunya menurut hemat penulis, beliau termasuk orang yang cakap dalam mengurus mahasiswa dan pergerakan pemuda. Dengan banyaknya Perguruan tinggi secara sadar bahwa mau tidak mau Kota Banjarbaru secara pasti akan menjadi Epicentrum dalam setiap pergerakan aktivis.

Tanpa menafikan peran dan tugas wali kota administrarif sebelumnya. Era baru Kota Banjarbaru kita akui mulai menggeliat di bawah kepemimpinan beliau. Banjarbaru yang dulunya gelap menjadi Terang. Kota Banjarbaru bermandikan cahaya lampu. Taman-taman baru dibuat. Minggu raya sebagai pusat aktivitas warga kota dibenahi. Jalan-jalan dbuat besar dan diaspal mulus bahkan ada pameo “jalan yang kadada rumahnya gin diaspal” ujar warga Banjarbaru. Kota Banjarbaru selama 2 periode pemerintahan Rudy Resnawan memang lagi “gandrung” pembangunan.

Memperingati Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-19, saat ini Banjarbaru dipimpin oleh Wali Kota H Nadjmi Adhani (NA). Mulai dari visi pembangunan pasangan Nadjmi-Jaya, yakni terwujudnya Banjarbaru sebagai kota pelayanan yang berkarakter, yang direalisasikan dengan misi; Pertama, mewujudkan sumber daya manusia yang terdidik, sehat, berdaya saing dan berakhlak mulia; Kedua, meningkatkan penyediaan infrastruktur perkotaan yang merata dan berwawasan lingkungan; Ketiga, memperkuat kemandirian, peningkatan kerjasama investasi, penyediaan prasarana dan sarana perekonomian, peningkatan kelembagaan dan peluang kewirausahaan; Keempat, melaksanakan reformasi birokrasi yang berorientasi kepada pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi; Dan yang kelima, memperkuat cipta kondisi masyarakat yang aman, nyaman dan tertib.

Banyak prestasi yang telah terukir oleh NA, Kota Banjarbaru saat ini memasuki gerbang sebagai Kota Masa Depan. Dengan tagline #2018BanjarbaruBerinovasi dengan kasat mata saja kita melihat kampung-kampung tematik dibangun. Ada kampung purun, Kampung Pelangi, Kampung Pejabat (Pembuat Jamu Loktabat) dan terakhir Kampung Korea. Sebagai informasi Kampung pelangi adalah kampung tematik yang dibuat tanpa menggunakan APBD, hanya menggunakan dana dari CSR (Corporate Social Responsibility). Kampung pinggir sungai yang kumuh dan kotor disulap menjadi kampung penuh warna dan sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Banjarbaru. Menyimak pembicaraan informal dengan Pak NA bahwa Banjarbaru harus berinovasi, “Kita harus mengoptimalkan sektor jasa dan pariwisata karena Banjarbaru tidak memiliki SDA. Tugas kita adalah membuat orang nyaman dan betah untuk menghuni dan berwisata ke Banjarbaru sehingga roda ekonomi masyarakat secara otomatis akan bergerak,“ujarnya di suatu waktu berbincang santai ke penulis. Dari banyak diskusi dan pembicaraan dengan Pak NA, penulis akui bahwa NA adalah pemimpin yang visioner futuristik. Istilah Ustadz Abdul Somad “Tidak hanya pandai bercakap tapi juga pandai berbuat”.

Dengan IPM tertinggi di Kalimantan Selatan dan kota yang memiliki paling banyak perguruan Tinggi yang di dalamnya banyak Cerdik Pandai, sudah selayaknya kota ini direbranding menjadi Kota Masa Depan Kalimantan. Kota yang akan menjadi “idaman” semua masyarakat, tidak hanya masyarakat Kalimantan Selatan tetapi juga masyarakat Kalimantan pada umumnya sesuai dengan ide awal terbentuknya kota ini.

Kritik tetap boleh kita sampaikan namun tidak menghalangi kita untuk ikut mensukseskan dan mengantarkan kota tercinta ini menjadi bagian dari kota yang berawasan global. Pola pikir intolerasi dan destruktif harus kita jauhkan dari kota majemuk ini. Marilah kita bersama-sama menjaga citra kota Banjarbaru yang penuh toleransi dengan semangat Gawi Sebarataan. Usul iseng saja pak Wali mudah-mudahan penggunaan tulisan “Banjarbaru” bisa direbranding menjadi Kota “Banjar Baru”. Selayaknya Kota New York. AS (baca York Baru) adalah rebranding dari Kota York di Inggris.

Kita semestinya berbangga menjadi bagian dari masyarakat Kota Banjarbaru. Para pendiri kota ini telah menanamkan suatu nilai toleransi keberagaman dan tata kota yang bernilai tinggi. Untuk itulah maka bergembiralah kita semua Bahwa Sekarang dengan berhuni dan tinggal di Kota Banjarbaru kita telah menjadi bagian dari masyarakat masa depan. Untuk itu dengan Bangga kita menyebut “Selamat Datang Di Kota Banjarbaru, Kota Masa Depan”. Selamat Hari Jadi Kota Banjarbaru ke -19. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help