Pilpres 2019

Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019

Nama Gubernur DKI, Anies Baswedan, selama ini santer diberitakan menjadi calon kuat cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019
kompas.com
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (kiri ke kanan) saat deklarasi dukungan PKS kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Jakarta, Sabtu (17/5/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nama Gubernur DKI, Anies Baswedan, selama ini santer diberitakan menjadi calon kuat cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Namun, belakangan muncul nama gubernur lainnya yang dikabarkan bakal menjadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku mendengar nama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ( Aher), disebut sebagai calon kuat pendamping Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Kami juga mendengar sayup-sayup seperti itu, ya," kata Fadli saat ditanya soal santernya nama Aher sebagai cawapres bagi Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Baca: Begini Perubahan Nikita Mirzani Usai Dapatkan 400 Juta Setiap Bulan Dari Dipo Latief

Baca: Lebih Bahaya Mana ya, Kebanyakan Gula Atau Garam? Ternyata!

Namun, Fadli mengatakan, hal itu belum menjadi keputusan final antara Gerindra dan PKS untuk memasangkan Prabowo dengan Aher di Pilpres 2019.

Fadli mengatakan, Gerindra menunggu keputusan internal dari PKS untuk menentukan satu dari sembilan nama yang akan dipilih mendampingi Prabowo.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat berada di gedung DPP PKS, Jumat(31/1/2014).
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat berada di gedung DPP PKS, Jumat(31/1/2014). (TRIBUNNEWS.COM/FERDINAND WASKITA)

"Memang belum ada pembicaraan yang lebih formal. Jadi, kan, rekan-rekan dari PKS punya mekanisme internal sendiri yang nanti akan memutuskan siapa calon yang akan diusung," katanya.

"Kemudian kami tentukan bersama, jadi kami tunggu saja mekanisme di dalam PKS menunggu calon dan kemudian mendudukkan bersama kami di koalisi," lanjut Fadli.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help