Berita Banjarbaru

Kalsel Ketatkan Pengamanan Kebakaran Perkebunan, BPBD Kalsel: Sudah Ada 20 Titik Api

Tampak 2000 personil dan petugas gabungan ikut ambil bagian dalam apel. Bahkan perwakilan BPBD di Kabupaten Kota

Kalsel Ketatkan Pengamanan Kebakaran Perkebunan, BPBD Kalsel: Sudah Ada 20 Titik Api
milna sari
Atraksi saat apel siaga Karhutla di halaman Setdaprov Kalsel, Kamis (26/04/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jelang penetapan status siaga darurat bencana Karhutla, Pemprov Kalsel menggelar apel siaga Karhutla di halaman Setdaprov Kalsel, Kamis (26/04/2018).

Tampak 2000 personil dan petugas gabungan ikut ambil bagian dalam apel. Bahkan perwakilan BPBD di Kabupaten Kota dan kepolisian dari Kabupaten kota juga turut ambil bagian, tampak juga SKPD terkait diantaranya Dishut, Disbunnak, dan Pol PP.

Berbeda dengan tahun-tahun lalu dalam apel kali ini sektor perkebunan lebih disiagakan. Terlihat dengan diikut sertakan Gabungan pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Kalsel dalam apel gabungan.

Baca: Hasil Bayern Munchen vs Real Madrid di Semifinal Liga Champions, Ronaldo Cs Raih Poin Penuh

Jelas Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin kepada Banjarmasinpost.co.id sudah ada 20 titik api di Kalsel, terbanyak ada di Kotabaru. Namun saat ini yang menetapkan status siaga darurat Karhutla hanya HSU.

Baca: Ini Sumber Kekayaan Dipo Latief Hingga Bisa Berikan Nikita Mirzani 400 Juta Setiap Bulan

"Siaga Karhutla Kalsel akan kita mulai Mei nanti, karena yang masih proses menuju siaga darurat ada Banjarbaru, Banjar, Kotabaru, Tanahlaut, HSS dan Batola," jelasnya.

Baca: Cuplikan Gol Semifinal Liga Champions Bayern Munchen vs Real Madrid: Hasil Kerja Apik Ronaldo Cs

Kali ini diakuinya memang pengamanan lebih ke arah perkebunan. Hal itu dikarenakan kerugian akibat kebakaran yang terjadi di lahan perkebunan lebih besar dibanding di kawasan hutan. Oleh karena itu dalam siaga ini sektor perkebunan yaitu perusahaan perkebunan sawit di Kalsel juga diikutkan.

Dalam apel tiga perusahaan perkebunan sawit juga diberi penghargaan oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yaitu PT SAM, Greston, dan Jal Agrolestari.

Sementara Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor meminta agar kasus penyelidikan pembakar hutan dan lahan bisa diusut hingga tuntas. Dengan itu ada efek jera oleh pembakar hutan dan lahan.

"Beri hukuman sesuai dengan aturannya, kasus pembakaran hutan dan lahan harus dituntaskan," tegasnya.
(Banjarmasinpost.co.id /miln)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved