Penempatan Pasukan Amerika di Suriah Ternyata Tidak Gratis! Negara Ini yang Membayarnya

Penempatan pasukan Amerika Serikat di Suriah dalam rangka menjaga stabilitas keamanan Timur Tengah ternyata bukan

Penempatan Pasukan Amerika di Suriah Ternyata Tidak Gratis! Negara Ini yang Membayarnya
tribunnews.com
Donald Trump, memberi instruksi serangan ke Suriah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RIYADH - Penempatan pasukan Amerika Serikat di Suriah dalam rangka menjaga stabilitas keamanan Timur Tengah ternyata bukan diberikan secara sukarela sebagai bantuan atau kerja sama sosial kemanusiaan.

Sejumlah negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, harus membayar penempatan pasukan AS tersebut.

Namun demikian, Arab Saudi meminta negara tetangga lainnya untuk membayar, seperti Qatar.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan Qatar harus membayar biaya penempatan pasukan Amerika Serikat ( AS) di Suriah.

Baca: Warga Sempat Berebut Rembesan Minyak Sebelum Sumur Minyak Meledak, Mayat Bergelimpangan

Baca: Begini Perubahan Nikita Mirzani Usai Dapatkan 400 Juta Setiap Bulan Dari Dipo Latief

Dilansir Middle East Monitor Rabu (25/4/2018), pernyataan Jubeir itu merespons ucapan yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam konferensi gabungan bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron, Trump menyebut bahwa sebagian negara kaya yang ada di Timur Tengah bisa bertahan karena dukungan AS.

"Mereka tidak akan bertahan lebih dari seminggu jika kami tidak ada. Jadi, sudah saatnya bagi mereka untuk membayar apa yang sudah terjadi," kata Trump dikutip Al Jazeera.

Al Jazeera melaporkan, pernyataan Trump itu terjadi setelah dia mewacanakan penarikan militer Negeri "Paman Sam" dari Suriah.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved