Kriminalitas Tanahlaut

6 ASN Tanahlaut yang Acung Jari Terancam Dipidana, Kasusnya ke Panwaslu dan Polres

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, kasus itu sudah dilimpahkan Panwaslu Kabupaten Tanahlaut

6 ASN Tanahlaut yang Acung Jari Terancam Dipidana, Kasusnya ke Panwaslu dan Polres
mukhtar wahid
Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Marsudi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Enam aparatur sipil negara (ASN) yang diadukan tim hukum pasangan calon nomor urut 1 karena dianggap tak netral, terancam dipidana, Jumat (27/4/2018).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, kasus itu sudah dilimpahkan Panwaslu Kabupaten Tanahlaut dan dibuatkan laporan polisi di Polres Tanahlaut.

Alasan lainnya, kajian Sentra Gakkumdu Panwaslu Kabupaten Tanahlaut menilai kasus itu layak untuk direkomendasikan kepada kepolisian.

Baca: Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019

Sebenarnya, ada tiga rekomendasi Panwaslu Kabupaten Tanahlaut terkait kasus enam aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut dianggap tak netral.

Baca: Begini Perjalanan Cinta Rizky Pora dan Putri Polisi Cantik, Kenal di Mall Hingga Jatuh Hati

Cuma dari tiga rekomendasi itu, baru satu rekomendasi yang disampaikan kepada kepolisian. Dua rekomendasi lainnya, menyusul dilayangkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Marsudi dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan sesuai kajian Sentra Gakkumdu terdiri dari penyidik kepolisian dan kejaksaan memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana.

Baca: Ngaku Punya Duit Triliunan, Pengusaha Keturunan Turki Nekat Tantang Jokowi dan Prabowo di Pilpres

Marsudi menjelaskan dua rekomendasi untuk Komisi ASN dan DKPP belum dilayangkan karena masih dalam kajian Sentra Gakkumdu.

Seperti diwartakan, kasus itu berawal dari foto bersama enam ASN bersama mantan Bupati Tanahlaut di suatu tempat di luar Kabupaten Tanahlaut sambil mengacungkan jari.

Acungan jari dalam foto bersama itu dianggap tim hukum pasangan calon nomor urut 1 sebagai keberpihaknya dan merugikan pasangan calon nomor urut 2 karena diposting di media sosial.

Perilaku ASN itu dinilai tidak berperilaku sopan dan tidak profesional dalam menjaga netralitas selama tahapan Pilkada serentak 2018 berlangsung, diadukan kepada Panwaslu Kabupaten Tanahlaut. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved