Berita HSU

Dinas Perikanan Ajak Manfaatkan Rawa dan Sungai untuk Budidaya Ikan dengan Teknik Ini

HSU memiliki lahan rawa yang sangat luas, beberapa daerah bahkan tidak kering meskipun pada musim kemarau.

Dinas Perikanan Ajak Manfaatkan Rawa dan Sungai untuk Budidaya Ikan dengan Teknik Ini
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Budidaya ikan di Kabupaten Kapuas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki lahan rawa yang sangat luas, beberapa daerah bahkan tidak kering meskipun pada musim kemarau. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membuat budidaya ikan.

Aliran sungai juga bisa digunakan dimanfaatkan untuk budidaya ikan, mengingat ada tiga aliran sungai besar yaitu sungai Tabalong, sungai Negara dan sungai Balangan.

Untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan Dinas Perikanan HSU mengajak anggota kelompok nelayan dan tenaga penyuluh perikanan untuk sharing program.

Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Amuntai Tengah yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan HSU Muhammad Suriani. "Pertemuan ini dilakukan untuk meningkatkan potensi perairan rawa di Kabupaten HSU yang berdampak pada peningkatan produksi perikanan," ujarnya.

Baca: Klasemen PSSI Anniversary Cup 2018 Usai Timnas U-23 Indonesia vs Bahrain Berakhir 0-1

Sistem budidaya yang diperkenalkan Dinas Perikanan kepada petani nelayan adalah sistem budidaya pagar atau fish pen, karena sangat sesuai untuk diterapkan di perairan rawa dengan biaya produksi rendah.

Pemeliharaan ikan di pen culture atau fish pen pada dasarnya adalah upaya pemanfaatan bagian dari perairan umum seperti sungai, danau, atau waduk. Ikan-ikan yang biasa di budidayakan yaitu ikan patin, nila, gurami.

Dalam perttemuan tersebut nelayan diberi pengetahuan mengenai pemilihan lokasi kedalaman air, sumber air, bentuk dasar perairan, perlindungan dari hantaman arus atau aliran air yang deras, dan juga segi keamanannya. "Jika dibuat di aliran sungai  perlu adanya pintu pengendali banjir yang berarus relatif lambat dan bebas dari ancaman banjir bandang," ujarnya.

Karena fish pen atau budidaya ikan menggunakan pagar diterapkan untuk pembesaran maka pagar harus dibuat kokoh agar tidak mudah diterobos. Pen diberi kerangka atau tiang penyangga pada jarak tertentu. Tiang penyangga ini sekaligus berfungsi sebagai tempat mengikatkan pen bambu. Jarak antar bilah bambu atau jeruji ditentukan oleh ukuran ikan yang akan dipelihara.

Baca: Hasil Akhir Timnas U-23 Indonesia vs Bahrain di PSSI Anniversary Cup 2018 - Skor 0-1 + Kartu Merah

Dalam kesempatan ini nelayan juga disosialisasikan mengenai pentingnya sertifikasi tanah nelayan untuk membantu nelayan mendapatkan modal usaha dari perbankan. Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan HSU Ahmad Suhaimi mengatakan, pembuatan sertifikat tanah untuk nelayan digratiskan sesuai program pertanahan nasional.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat secara gratis karena adanya program dari pemerintah pusat ini. "Dengan memiliki sertifikat tanahm nelayan dapat menggunakannya sebagai permodalan," ungkapnya.

PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) Baron Wahyu Nugroho memperkenalkan asuransi untuk nelayan sebagai perlindungan atau proteksi serta jaminan bagi nelayan saat melaksanakan pekerjaannya. "Dengan jumlah premi yang disetorkan bervariasi per tahun, petani nelayan bisa melakukan klaim apabila sakit atau meninggal dunia," kata Baron. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved