Kampusiana

Mengubah Pola Pikir Cara Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi

Pengelolaan perguruan tinggi ke depan yang hubungannya dengan pola keuangan menganut BLU (Badan Layanan Umum) harus diperhatikan dengan baik.

Mengubah Pola Pikir Cara Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi
BANJARMASINPOST.co.id/salmah saurin
Kuliah umum pascasarjana di UIN Antasari Banjarmasin, Jumat (27/4). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengelolaan perguruan tinggi ke depan yang hubungannya dengan pola keuangan menganut BLU (Badan Layanan Umum) harus diperhatikan dengan baik.

Hal itu dikatakan Prof Dr Achmad Gunaryo M.Soc Sc, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag RI, di sela memberikan kuliah umum pascasarjana di UIN Antasari Banjarmasin, Jumat (27/4/2018).

Disampaikan bahwa, sudah saatnya mengubah cara berpikir, tidak seperti dulu PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) menjadi satu-satunya cara pengelolaan keuangan perguruan tinggi.

"Jadi harus punya strategi. Buka tutup prodi (program studi) harus dipikirkan hati-hati dan mestinada revolusi berpikir," ujar Achmad yang juga Guru Besar UIN Walisongo, Semarang.

Baca: Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019

Baca: Heboh Foto Jadul Syahrini yang Diposting Komedian Beddu, Netizen Soroti Perubahan Hidungnya

Penerapan BLU yang ada tidak efektif. Harusnya membebaskan, tapi saat ini masih membebankan pemerintah. Ini tidak sesuai tujuan BLU.

Pengelolaan keuangan berat dan beban negara juga berat. Dampak secara praktis adalah pendapatan tidak sesuai diharapkan. Fleksibilitas buka prodi juga masih sulit.

"Makanya ke depan perguruan tinggi didorong menjadi badan hukum," terangnya, seraya mengingatkan agar perguruan tinggi memanfaatkan posisi BLU sebenar-benarnya.

Prof dr H Syaifuddin Sabda, Direktur Pasca Sarjana UIN Antasari Banjarmasin, menyatakan, memang tata kelola perguruan tinggi adalah hal penting.

"Apalagi BLU dalam rangka penguatan pascasarjana," ujarnya.

Disampaikan pula, UIN Antasari harus melihat kompetitor dalam skala lebih luas, karwna persaingan sangat terbuka sekali dengan negara luar.

"Ini sangat penting dan kami sudah berjasama dengan beberapa negara Asean, Australia, Arab, Turki," tandasnya. (BANJARMASINPOST.co.id/salmah)

Penulis: Salmah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help