Kriminalitas HSS

Najwa Sofya Berurusan dengan Polisi Gara-gara Bawa Sajam Dalam Mobil

Najwa Sofya alias Wawa (35) harus berurusan dengan pihak berwajib karena membawa senjata tajam (Sajam) dalam mobilnya.

Najwa Sofya Berurusan dengan Polisi Gara-gara Bawa Sajam Dalam Mobil
Humas Polres HSS
Barang bukti senjata tajam yang ditemukan polisi dalam mobil Najwa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Najwa Sofya alias Wawa (35) harus berurusan dengan pihak berwajib karena membawa senjata tajam (Sajam) dalam mobilnya.

Warga Kelurahan Barabai Utara Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diamankan pada Kamis, (26/4/2018) pukul 16.00 WITA di Jalan Panglima Batur Kelurahan Kandangan Kota Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Penangkapan Wawa berawal saat anggota Polsek Kandangan melaksanakan giat rutin patroli di kawasan Panglima Batur Kelurangan Kandangan.

Saat itu Wawa menunjukkan gerak geriknya mencurigakan sedang berada di dalam mobil pick up yang diparkir di pinggir jalan.

Baca: Evan Dimas Dapat Posisi Baru di Laga Timnas U-23 Indonesia vs Bahrain

Kemudian anggota Polsek Kandangan yang melaksanakan patroli mendatangi mobil tersebut dan dilakukan pengecekan dan pemeriksaan di dalam mobil tersebut.

Ditemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau yang dibungkus dengan handuk warna putih di bawah tempat duduk pengemudi mobil.

Sajam yang ditemukan jenis penikam penusuk dengan panjang besi 14,5 cm, lebar besi 2,8 cm dengan panjang keseluruhan 26 cm.

Jenis Sajam ini lengkap dengan hulu yang terbuat dari kayu berwarna coklat dan kumpang yang berwarna coklat dibungkus dengan handuk warna putih.

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Arema vs Persipura Pekan 6 Liga 1 2018 Hari Ini : Misi Menang!

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasubbag Humas IPTU Ghandi Ranu mengatakan pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Kandangan.

"Pelaku diamankan saat giat patroli rutin oleh anggota Polsek Kandangan. Pelaku menyimpan sajamnya dengan dibungkus handuk," katanya, Jumat, (27/4).

Pelaku bakal dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.
Sementara itu, kepada petugas pelaku yang diamankan hanya bisa pasrah dan tidak melakukan perlawanan. Dia nekad membawa sajam tanpa izin di tempat umum karena untuk jaga diri. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved