Komunitas Gowes

Pakai Busana Indian, H Iyas Jadi Pusat Perhatian Pecinta Ontel Seluruh Dunia

Tidak hanya sekedar ikutan ajang yang mengumpulkan para pecinta sepeda tua di seluruh dunia saja, perwakilan Banua...

Pakai Busana Indian, H Iyas Jadi Pusat Perhatian Pecinta Ontel Seluruh Dunia
Istimewa
H Iyas, pakai busana Indian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Event akbar Reli Asosiasi Sepeda Tua Internasional (IVCA) yang berlangsung 12 - 15 April 2018 lalu, di Pantai Kuta Bali juga diikuti perwakilan dari Banua seperti, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kalsel dan Komunitas Sepeda Antik Banjarmasin (Saban).

Tidak hanya sekedar ikutan ajang yang mengumpulkan para pecinta sepeda tua di seluruh dunia saja, perwakilan Banua juga mampu membawa nama harum daerah.

Anggota Kosti dan Saban, H Iyas (57) mampu menyabet gelar pemenang kontes perorangan Kostum International Veteran Cycle Association (IVCA) 2018.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Bahrain di PSSI Anniversary Cup 2018

Baca: Heboh Foto Jadul Syahrini yang Diposting Komedian Beddu, Netizen Soroti Perubahan Hidungnya

Baca: Wow! Pengusaha Turki Ini Gandeng Mantan Istri Ahok Hadapi Jokowi dan Prabowo di Pilpres

Baca: Tertarik Mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2018, Klik Instagram @humaskalsel

Gelaran ini cukup membanggakan mengingat peserta yang ikut dalam ajang tahunan ini kebanyakan dari luar negeri.

Diajang itu lelaki berusia 57 tahun yang tinggal di jalan Sungai Miai Luar Banjarmasin ini menghadirkan kostum Indian lengkap dengan aksesoris dan coretan muka Indian diwajahnya.

"Sebenarnya tidak menyangka juga bisa juara diajang ini apalagi pesertanya dari luar banyak juga kan," kata H Iyas ditemui dirumahnya, Kamis (26/4/2018) sore.

H Iyas mengaku bahkan diajang itu dia juga didaulat menjadi ikon IVCA 2018, dimana 20 hari menjelang kegiatan dia sudah diminta hadir di Bali.

"Di Bali saya mempromosikan kegiatan ini 20 hari sebelumnya hingga hati H pelaksanaan," kata H Iyas.

H Iyas menjelaskan dia sudah menyenangi sepeda tua atau obyek sejak sekolah dasar. Sepeda dibelikan kedua orangtuanya untuk keperluan sehari hari.

"Nah sampai kini sepedanya masih ada, bahkan saya juga mengoleksi sepeda lain yang sudah sangat tua dan orisinil," lanjut dia.

Lalu kenapa memilih tema kostum Indian, Iyas menjelaskan Indian itu sosok yang bisa menyatu dengan alam dan binatang. Itu sangat sesuai dengan karakternya.

"Untuk kostum saya membuat sendiri, melukis sendiri dan mendesain sendiri," tambah dia.

Ketua Saban, Sunarno menambahkan di ajang IVCI ini Kosti Kalsel dan Saban bergabung menurunkan 20 orang anggotanya.

Di Bali para anggota juga mengikuti berbagai lomba seperti busana unik Beregu, sepeda terunik, busana perorangan.

"Sayang hanya perorangan yang berhasil juara. Sementara beregu kita mengenakan busana Sasirangan dan pakai Laung sebagai ciri khas Kalsel," ungkap dia.(banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help