Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Remaja Asal Tapin Diamankan Anggota Polres HSS di Kandangan, Ternyata Ada Ini di Pinggangnya

warga Desa Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, terpaksa diamankan anggota Polsek Kandangan karena

Remaja Asal Tapin Diamankan Anggota Polres HSS di Kandangan, Ternyata Ada Ini di Pinggangnya
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - MF (18) warga Desa Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, terpaksa diamankan anggota Polsek Kandangan karena senjata tajam (Sajam)

Penangkapan MF berawal saat terjadi keributan di Desa Gambah Dalam Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis, (26/4) sekitar pukul 16.30 Wita.

Aparat berwajib dari Polsek Kandangan langsung bergerak dan mengamankan suasana keributan di Desa Gambah Dalam yang diduga akibat cekok mulut.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah pemuda hingga ditemukan senjata tajam yang disimpan oleh MF.

Baca: Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Hari Ini : PSSI Anniversary Cup 2018 Indonesia vs Bahrain

Baca: Begini Perjalanan Cinta Rizky Pora dan Putri Polisi Cantik, Kenal di Mall Hingga Jatuh Hati

Senjata tajam jenis pisau disembunyikan oleh pelaku di pinggang sebelah kirinya.

Dia pun diamankan ke Polsek Kandangan beserta barang buktinya.

(Foto: Humas Polres HSS) Senjata tajam yang disita polisi  HSS dari seorang pemuda asal Tapin.
(Foto: Humas Polres HSS) Senjata tajam yang disita polisi HSS dari seorang pemuda asal Tapin. (via BANJARMASINPOST.co.id/aprianto)


Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasubbag Humas IPTU Ghandi Ranu membenarkan dengan penangkapan pelaku.

"Pelaku membawa senjata tajam tanpa izin dari pihak berwenang ditempat umum. Dia sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Kandangan," katanya, Jumat, (27/4/2018).

Barang bukti yang diamankan satu sajam jenis penikam penusuk dengan panjang besi 14,5 cm dan lebar nesi 2,7 cm dengan panjang keseluruhan 25,5 cm lengkap dengan hulu (gagang) yang terbuat dari kayu berwarna coklat dan kumpang terbuat dari kulit berwarna coklat.

"Pelaku bakal dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara," tambahnya. (BANJARMASINPOST.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help