Menguak Pernikahan Dini Warga Rampa

Disaat Pernikahan Dini Jadi Lifestyle Warga Desa Rampa, Mengejutkan Usia Anak yang Dinikahkan

Walaupun di antara mempelai, khususnya mempelai wanita masih berusia dini. Menjadi kebanggaan dan kepuasan

Disaat Pernikahan Dini Jadi Lifestyle Warga Desa Rampa, Mengejutkan Usia Anak yang Dinikahkan
intisari online
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pernikahan diusia dini seperti menjadi sebuah tradisi bagi warga Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menganggap pelaksanaan resepsi pernikahan itu sebuah gaya hidup.

Walaupun di antara mempelai, khususnya mempelai wanita masih berusia dini. Menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi keluarga jika bisa melangsungkan hajatan tersebut.

"Bukan tradisi sih sebenarnya. Tapi menjadi kebanggaan bila ada keluarga yang bisa melaksanakan acara resepsi," kata Suherman (51) salah seorang tokoh masyarakat.

Baca: Ngaku Punya Duit Triliunan, Pengusaha Keturunan Turki Nekat Tantang Jokowi dan Prabowo di Pilpres

Baca: Dituding Poligami saat Istri Mengandung Anak Kembar, Ini Kata Ustaz Solmed, April: Astaghfirullah

Menurut Suherman, menjadi kebanggaan mereka bisa melangsungkan hajatan, kendati mempelai melaksanakan rata-rata berusia 13 sampai 15 tahun.

Memperbaiki alat tangkap salah satu rutinitas warga Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.
Memperbaiki alat tangkap salah satu rutinitas warga Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. (helriansyah)

"Ya sebenarnya masih di bawah umur. Dan, harusnya masih sekolah. Tapi begitulah keadaan warga di sini (Rampa)," jelas Suherman.

Hanya yang perlu diketahui. Selain sebuah gaya hidup, tapi menjadi alasan masih kerabnya pernikahan diusia dini, selain latar belakang pendidikan--tidak melanjutkan pendidikan--,tapi dilandasi kekhawatiran orangtua yang memiliki anak perempuan.

"Jadi kalau sudah bisa pacaran. Takut orangtuanya terjadi hal tidak diinginkan lalu dinikahkan. Sebab orangtua kadang juga tidak bisa mengawasi mereka," ucapnya.

Alasan lain mendasari banyaknya anak di desa Rampa yang menikah diusia dini, karena faktor ekonomi keluarga.

"Jadi tiga poin itu. Karena gaya hidup, faktor ekonomi dan kekhawatiran. Menjadi alasan kenapa anak di sini banyak sudah menikah walau usia mereka antara 13 sampai 15 tahun," tandas Suherman.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help