Obat Bebas Tak Lagi Dijual Bebas

NEWS ANALYSIS: Sebaiknya Mulai Dikendalikan Secara Ketat

Yang boleh dijual di toko obat adalah obat bebas seperti vitamin, obat penghilang rasa sakit, demam, influensa atau analgetika

NEWS ANALYSIS: Sebaiknya Mulai Dikendalikan Secara Ketat
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KATEGORI obat memang telah diatur.

Ada yang bebas, bebas terbatas (daftar G), harus dengan resep dokter, psikotropika, dan narkotika.

Yang boleh dijual di toko obat adalah obat bebas seperti vitamin, obat penghilang rasa sakit, demam, influensa atau analgetika dan antipyretik, serta obat luka dan bahan habis pakai seperti kapas, perban.

Antibiotika harusnya tidak boleh karena harus pakai resep dokter.

Hal itu disebabkan penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi kuman.

Baca: Heboh Istri Raffi Ahmad Nagita Slavina Hamil Lagi, Ternyata Orang Ini yang Membocorkan Rahasia

Kenyataannya, banyak toko obat jual antibiotika secara diam-diam.

Penyalahgunaan bisa saja terjadi terutama jenis analgetika atau obat pengurang penghilang rasa nyeri sebagai campuran atau oplosan.

Sebaiknya ini mulai dikendalikan secara ketat.

Yaitu apabila pemakaian dan penjualan sudah mulai tidak wajar.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help