Tajuk

Pekerja Asing di Antara Pengangguran

Apalagi isu ini ditangkap oleh petinggi Partai Gerindra Fadli Zon dengan menggalang dukungan untuk mengajukan hak angket

Pekerja Asing di Antara Pengangguran
ilustrasi pengangguran 

RIBUT-RIBUT tenaga kerja asing (TKA) terasa beberapa waktu terakhir ini. Maklum mendekati pemilihan presiden. Semua persoalan bisa dijadikan alat untuk menggugat pemerintah.

Apalagi isu ini ditangkap oleh petinggi Partai Gerindra Fadli Zon dengan menggalang dukungan untuk mengajukan hak angket Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA.

Terlepas dari siapa yang memerintah, persoalan tenaga kerja asing memang patut dipikirkan. Ini karena masih banyak warga negeri ini yang tidak punya pekerjaan.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengklaim jumlah pengangguran di Indonesia saat ini sekitar lima persen. Ini merupakan titik terendah sepanjang sejarah reformasi pemerintahan.

Namun demikian, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlahnya riil pengangguran lebih dari tujuh juta penduduk. Berdasarkan data BPS, pengangguran pada Agustus 2017 sebanyak 7,03 juta penduduk. Ini sebuah angka yang sangat besar.

Jumlah tersebut diyakini meningkat dalam waktu dekat, mengingat ini masa lulusan sekolah. Akan banyak lulusan sekolah menengah yang tidak melanjutkan sekolah karena ketidakmampuan biaya dan mencari pekerjaan.

Belum lagi mereka yang sebenarnya ingin kuliah, namun tidak lulus dan tertampung di perguruan tinggi negeri. Sebagai gambaran saja, seperti diberitakan di headline harian ini edisi Jumat (27/4), Universitas Lambung Mangkurat yang merupakan perguruan tinggi terbesar di Kalsel dan Kalteng hanya mampu menampung 6.000-7.000 mahasiswa baru. Padahal untuk Kalsel saja, lulusan SMA-nya ada sekitar 47.000.

Tidak usah jauh-jauh mencari bukti bahwa masih sulitnya mencari nafkah di negeri ini. Saat ini di Banjarmasin, angkutan konvensional masih tak bisa menerima angkutan berbasis online. Perseteruan mereka bahkan mengarah ke fisik.

Kehadiran pekerja asal China di sebuah perusahaan semen di Kabupaten Tabalong juga menjadi perbincangan beberapa waktu lalu.

Memang belakangan masuknya pekerja dari negeri tersebut ke Indonesia menjadi isu panas. Soalnya pekerja dari China tidak hanya melakukan pekerjaan profesional, tetapi juga pekerjaan yang hanya bermodalkan tenaga. Alasannya terkait investasi.

Penanaman modal asing tidak bisa dijadikan alasan mendatangkan pekerja yang sebenarnya sudah tersedia di negeri ini. Justru keberadaan sebuah perusahaan atau usaha harus mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika tidak, sangat wajar jika warga lokal marah. Ini tentunya juga akan berimbas pada iklim investasi.

Semua ini tentunya harus dipikirkan pemerintah, yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help