Berita Tanahlaut

Belum Terima Permohonan Rehabilitasi Korban Zenith, Ini Kata BNNK Tanahlaut

Firmansyah dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, mengatakan keberadaan BNNK Tanahlaut tidak banyak diketahui.

Belum Terima Permohonan Rehabilitasi Korban Zenith, Ini Kata BNNK Tanahlaut
mukhtar wahid
Kantor BNNK Tanahlaut lenggang di Jalan Gembira, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Tanahlaut di Jalan Gembira, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut belum dimaksimalkan keluarga korban pengaruh obat obatan jenis zenith.

Itu diakui Kepala BNNK Tanahlaut, Firmansyah dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, bahwa keberadaan BNNK Tanahlaut yang baru dibentuk lembaganya tidak banyak diketahui.

Kondisi itu diyakini sama dengan 21 BNNK yang baru dibentuk se Indonesia. Itu menurut Firmansyah, menyebabkan keluarga korban ketergantungan terhadap obat-obatan belum melakukan konsultasi rehabilitasi.

"Padahal kami sudah sosialiasi jika ada keluarga atau korban ketergantungan terhadap obat-obatan jenis zenith ini yang ingin mendapatkan rehabilitasi," katanya, Senin (30/4/2018)..

Diakuinya dengan belum turunnya anggaran dari BNN, otomatis sosialisasi keberadaan BNNK Tanahlaut hanya sebatas mencari relawan saja.

"Kami belum sosialisasi secara massal dalam suatu gedung atau aula. Seksi penindakan juga belum ada orangnya, sehingga kegiatan banyak promosi dan sosialisasi BNNK, termasuk sosialiasi status Zenith menjadi golongan narkotika kelas I," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Mohammad Amrullah menjelaskan kasus tindak pidana peredaran obat-obatan masih pasal melanggar undang-undang tentang Kesehatan.

"Kasus kepemilikan obat zenith yang berproses maupun yang diputus belum menggunakan undang-undang tentang Kesehatan. Tergantung penyidik dan jaksanya," katanya.

Sebagai penegak hukum, Mohammad Amrullah sudah melakukan sosialisasi kepada para pengguna ataupun pengedar obat-obatan yang disidang bahwa obat Zenith sudah termasuk golongan narkotika.

"Selalu saya ingatkan dan saya sampaikan setiap memimpin sidang perkara obat-obatan atau sabu bahwa zenith itu ancamannya sama dengan narkotika," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved