Berita Hulu Sungai Tengah

Dilema Panen Berlimpah, Begini Curhat Petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Sejumlah desa di Kecamatan Batubenawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, berhasil memanen padi dengan hasil yang

Dilema Panen Berlimpah, Begini Curhat Petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Petani Hulu Sungai Tengah menjemur padi hasil panen. Foto dirilis Senin (30/4/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejumlah desa di Kecamatan Batubenawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, berhasil memanen padi dengan hasil yang memuaskan untuk masa tanam pertama sejak Januari 2018 lalu.

Sayang, melimpahnya hasil panen tersebut tak dibarengi dengan gabah yang stabil.
Bahkan terus menurun, hingga Senin (30/4/2018) harga perkilogramnya Rp 4.300.

Padahal pada Maret 2018 lalu, harga per kilogram Rp 5.000. Sebelumnya, pada Januari mencapai Rp 5.600.

Nurliani, petani dari Desa Paya Besar, Batubenawa mengungkapkan, untuk masa tanam pertama ini, dia berhasil memanen 10 ton padi dengan luas tanam 60 borongan, atau hampir dua hektare.

Baca: Doa Malam Nisfu Syaban dan Niat Puasa Nisfu Syaban Dalam Bahasa Arab dan Latin

Baca: Jelang AS Roma vs Liverpool, Mohamed Salah Diizinkan ke Real Madrid Asal Ditukar Dengan Pemain Ini

Panen padi sendiri tidak dilaksanakan serentak, karena waktu tanam antar kelompok tadi juga berbeda.

"Karena butuh uang untuk keperluan sehari-hari, harga seberapapun, kami terpaksa menjual," katanya.

Hal sama dilakukan Wahyu, yang baru saja memanen setengah hektare padi ciherangnya.
"Dulu pas harga di atas Rp 5.000 kami belum panen. Saat panen,harga tinggal Rp 4.300," katanya.

Wahyu pun mengaku tak bisa menahan untuk tak menjual, karena terbentur kebutuhan lauk pauk dan biaya hidup lainnya.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help