Bulan Berdarah Tiga Nyawa Melayang

Ini Ternyata Sang Eksekutor Tewasnya Rezky di Simpang Empat, Bepergian Selaku Berbekal Sajam

Pada pengeroyokan di Simpang empat melibatkan banyak orang lalu siapa yang paling dominan membuat korban Rezky tewas.

Ini Ternyata Sang Eksekutor Tewasnya Rezky di Simpang Empat, Bepergian Selaku Berbekal Sajam
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Rekontruksi pengeroyokan yang menewaskan Rezky (19) di Mapolres Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sosok eksekutor pada dua kasus jelas, bila pembunuhan terapis cantik yakni mantan pacar. Kemudian saat duel Cempaka lawannya yang bikin ambruk penantang.

Nah , pada pengeroyokan di Simpangempat karena melibatkan banyak orang lalu siapa yang paling dominan membuat korban bernama Rezky umur 19 tahun, warga Cindaialus, Martapura ambruk bersimbah darah.
Ya Rezky ditusuk pelaku pada ketiak kiri oleh Sajam. Pinggang sebelah kanan juga ditusuk kunci. Korban ditusuk saat masih dalam kondisi dipukuli.

Penusuk ketiak kiri Rezky adalah Ari Hermawan (22). Pada rekontruksi di Markas Polres Banjarbaru, Rabu (11/4) tadi jelas terlihat Ari bawa senjata tajam lalu menusuk Rezky. Serangan inilah yang membuat Rezky ambruk.

Baca: Sang Istri Tak Ada Firasat, Ditanya Alasan Bawa Sajam Malah Dimarahi, Pelaku Duel Berbekal Jimat

Kejadiannya terjadi Kamis (29/3) dinihari. Pantauan Reporter Banjarmasinpost.co.id, Saat rekontruksi ada 32 adegan. Dari adegan aksi Ari lebih dominan sebagai eksekutor.

Tersangka Ari Hermawan tampak memperagakan aksinya saat menusuk korban dengan senjata tajam. Tersangka Ari Hermawan mengatakan selalu bekal senjata tajam setiap kali bepergian.

Selain Ari tersangka lainnya yakni, MR (17) , Fauzi (21) , MF (17) , AF(17). Belum tertangkap IB dan AR .

"Rizky Anak kedua dari enam bersaudara. Sudah saya maafkan perbuatan para pelaku," kata Arsad warga Cindaialus ini saat menyaksikan rekontruksi para tersangka.

Dia berharap hukum tetap berjalan dan semoga setimpal dengan perbuatannya.(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help