B Focus Urban Life

Miris, Ribuan Hektare Sawah Tak Lagi Produktif

SEORANG petani di Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Junaidi (47), sampai sekarang belum bisa memanfaatkan

Miris, Ribuan Hektare Sawah Tak Lagi Produktif
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Junaidi memperlihatkan sawah yang menganggur selama belasan tahun karena selalu terendam. Air yang masuk lahan persawahan ini, tidak bisa dikendalikan karena tidak ada sistem yang mengontrolnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - SEORANG petani di Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Junaidi (47), sampai sekarang belum bisa memanfaatkan lahan sawahnya padinya.

Dalamnya air yang menggenangi sawah, menjadi persoalan yang bertahun-tahun dikeluhkan dia dan petani lainnya di daerah setempat.

Dia kemudian memperlihatkan bentangan ribuan hektare sawah dari Pesayangan hingga ke Desa Telok Selong dan juga Tangkas yang saat ini berubah menjadi lahan tidur.

Kawasan itu, dulunya adalah lahan sawah produktif, namun semenjak sawah selalu terendam, petani tidak bisa lagi menanaminya.

Baca: Doa Malam Nisfu Syaban dan Niat Puasa Nisfu Syaban Dalam Bahasa Arab dan Latin

Baca: Di Malam Nisfu Syaban Allah SWT Turun ke Langit Dunia dan Mencari Hambanya yang Lakukan Ini

Baca: Malam Nisfu Syaban Adalah Malam Pengampunan Dosa, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan

Dia menyebut, sawah-sawah yang nganggur itu berada di Desa Pesayangan, Keraton, Sungai Sipai, Keramat Baru, Keramat Lama, Tungkaran, Pekauman Dalam, Pekauman Ulu, Telok Selong serta Tangkas.

"Sejak 2000, sawah sudah tidak bisa ditanam. Berulang kali menyemai, padi selalu rusak. Sempat sih, saat kemarau 2004 hingga 2005 bisa tanam. Tapi setelah banjir besar 2006, kami tidak bisa tanam," urai dia, kemarin.

Dulu air masih bisa dikendalikan sehingga panen padi sangat bagus.
Air dari Sungai Martapura bisa dikendalikan dengan membuka tutup pintu air yang ada di Pekauman Dalam.

"Sekarang tidak berfungsi lagi. Air dari Sungai Martapura selalu masuk saat pasang. Belum lagi air dari kolam-kolam ikan memperparah genangan. Saya berharap dibuat pintu air di sungai Keramat yang bermuara di Sungai Martapura antara Pekauman Dalam dan Keramat Baru ini," imbuhnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved