Berita Kotabaru

Patuh Berlalulintas, Kapolres Kotabaru Langsung Berikan Reward ke Pengendara Ini

Hari kelima, hari ini giat operasi patuh intan kembali dilaksanakan di lapangan Siringlaut langsung dihadiri Kapolres Kotabaru

Patuh Berlalulintas, Kapolres Kotabaru Langsung Berikan Reward ke Pengendara Ini
helriansyah
Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SH SIK didampingi Ketua Bhayangkari memberikan helm gratis kepada anak-anak dalam giat operasi patun intan 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sudah hari kelima Operasi Patuh Intan 2018 dilaksanakan jajaran satuan lalu lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru.

Hari kelima, hari ini giat operasi patuh intan kembali dilaksanakan di lapangan Siringlaut langsung dihadiri Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SH SIK didampingi Ketua Bhayangkari, Wakapolres Kompol Yusriandi Yusrin, Kasat Lantas AKP Alvin Agung Wibawa SIK serta perwira pertama.

Memang sedikit berbeda pelaksanaan operasi patuh intan 2018, tahun ini operasi lebih mengarah ketindakan preemtif. Memberikan pembinaan kepada masyarakat khususnya, para pengendara. Di antaranya seperti pemberian helm.

Baca: Doa Malam Nisfu Syaban dan Niat Puasa Nisfu Syaban Dalam Bahasa Arab dan Latin

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SH SIK mengakui, operasi patuh intan sebenarnya lebih mengarah pada penindakan kepada pelanggar baik pengendara roda dua maupun roda empat.

"Dengam pemberian helm gratis, diharapkan supaya masyarakat sadar. Tidak menggunakan helm bahwa ada hal-hal yang merupakan sesuatu sangat berbahaya," kata Suhasto kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (30/4/2018).

Baca: Korban Pembunuhan Sadis Warga Haruyan Dayak, Pengumpul Sayur, Pukul 22.00 Sempat Nelpon Istrinya

Apalagi berdasar evaluasi, tahun kemarin (2017) banyak pengedara meninggal dunia. Salah satunya disebabkan karena tidak menggunakan helm.

Oleh karena itu, tambah Suhasto, pemberian helm gratis selain kepada pengendara dewasa. Tapi juga diberikan kepada anak-anak.

"Karena anak-anak kadang tidak diperhitungkan. Padahal sebenarnya anak kecillah paling banyak makan korban," jelasnya.

Disebabkan beberapa faktor seperti hiuman error dialami. Misal tidak fokus saat berada di jalan, sehingga kewaspadaan terhadap anak menjadi sangat kurang.

Dilain kesempatan, Suhasto masih didampingi Ketua Bhayangkari memberikan reword kepada salah seorang pengendara patuh dalam berlalu lintas.

Dilihat dari kelengkapan kendaraan, penggunaam helm serta surat-surat kendaraan. "Seperti penggunaan helm. Saya pantau memang betul-betul sudah sesuai proses," tandasnya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help