B Focus Urban Life

Sudah Ada Perbaikan Tanggul dan Pintu Air, Petani Tetap Belum Bisa Tanam, Ini Penyebabnya

EMPAT kawasan pertanian yang masuk bagian dari Polder Pesayangan, Polder Tambak Anyar, Polder Antalangu serta Polder Liang

Sudah Ada Perbaikan Tanggul dan Pintu Air, Petani Tetap Belum Bisa Tanam, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Lahan persawahan yang tidak bisa dimanfaatkan di Desa Melayu hingga Pematang Baru, di kawasan Polder Tambak Anyar, karena terendam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - EMPAT kawasan pertanian yang masuk bagian dari Polder Pesayangan, Polder Tambak Anyar, Polder Antalangu serta Polder Liang hingga kini terlihat masih terendam.

Petani hingga kini masih belum bisa tanam akibat kondisi tersebut.

Padahal, jika polder-polder yang tersebar di belasan desa dan dimiliki ribuan petani bisa difungsikan maka akan menambah cukup besar produksi padi di Kabupaten Banjar.

Kepala Desa Tambak Baru Ilir, Mansyah, mengatakan, sawahnya masuk bagian dari kawasan Polder Liang.

Hingga saat ini, sawah seluas 60 hektare di desanya masih terendam air, bahkan, air naik hingga di atas satu meter.

Baca: Doa Malam Nisfu Syaban dan Niat Puasa Nisfu Syaban Dalam Bahasa Arab dan Latin

Baca: Di Malam Nisfu Syaban Allah SWT Turun ke Langit Dunia dan Mencari Hambanya yang Lakukan Ini

Baca: Malam Nisfu Syaban Adalah Malam Pengampunan Dosa, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan

"Petani tidak ada yang bisa tanam. Bahkan, benih semaian dilacakan terancam rusak karena terendam," katanya.

Menurutnya, air yang masuk ke persawahan masih belum bisa dikendalikan karena pintu-pintu air yang ada tidak benar-benar berfungsi.

Memang ada dilakukan perbaikan, termasuk tanggul dan pintu air di Sungai Liang.

Tetapi, air masih menerobos masuk melalui pintu air.

"Beda dengan pintu air peninggalan Belanda yang air memang benar tidak bisa masuk," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help