Korupsi KTP Elektronik

Lewat Tulisan Tangan kepada KPK, Setya Novanto Mengaku Ikhlas Terima Vonis 15 Tahun Penjara

Novanto menulis langsung dengan tangannya kepada KPK yang pada intinya menerima putusan hakim atas vonis yang telah dijatuhkan.

Lewat Tulisan Tangan kepada KPK, Setya Novanto Mengaku Ikhlas Terima Vonis 15 Tahun Penjara
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Mantgan Ketua DPR RI Setya Novanto terdakwa kasus korupsi KTP elektronik,  menerima putusan dari majelis hakim PN Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) yang memvonis dirinya selama 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Hal itu diucapkan oleh pengacara Novanto, Robinson yang menjelaskan bahwa keputusan diambil ketika sudah menit-menit terakhir sebelum tenggat waktu untuk berpikir habis.

"Baru saja tadi pukul 15.00 WIB, Pak Nov bilang dia sudah ikhlas. Jadi, kami tidak akan mengajukan banding," jelasnya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Novanto juga menulis langsung dengan tangannya kepada KPK yang pada intinya menerima putusan hakim atas vonis yang telah dijatuhkan.

"Ada surat tulis tangan langsung dari Pak Nov kepada KPK. Dia tulis disitu menerima putusan," lanjutnya.

Baca: Ini Amalan-amalan Khusus di Malam Nisfu Syaban Menurut Abah Guru Sekumpul

Tidak hanya itu, kepada KPK, Novanto juga meminta untuk mempertimbangkan kembali masalah Justice Collaborator (JC) yang diajukan olehnya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, hal tersebut akan berguna untuk pengurangan masa tahanan yang akan dihadapi. Begitu juga dengan harapan yang diinginkan oleh kuasa hukum.

"Iya kami berharap pimpinan bisa mempertimbangkan ulang keinginan JC dari Pak Nov. Beliau akan kooperatif apabila dimintai keterangan," ucapnya.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief mengatakan, pihaknya juga menaati putusan dari hakim Tipikor.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help