Berita Tabalong

Mayday 2018 : Pekerja di Tabalong Lakukan Aksi Damai, Ini Tuntutan yang Disampaikan dalam Orasi

Dalam aksi damai yang dilakukan buruh atau pekerja dari beberapa perusahaan di Tabalong untuk peringati May Day

Mayday 2018 : Pekerja di Tabalong Lakukan Aksi Damai, Ini Tuntutan yang Disampaikan dalam Orasi
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Dalam aksi damai yang dilakukan buruh atau pekerja dari beberapa perusahaan di Tabalong untuk peringati May Day disampaikan beberapa tuntutan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dalam aksi damai yang dilakukan buruh atau pekerja dari beberapa perusahaan di Tabalong untuk peringati May Day disampaikan beberapa tuntutan.

Tuntutan ini selain diorasikan di hadapan seratusan buruh yang tergabung di FSP KEP Kabupaten Tabalong, mereka bagikan pula ke pengguna jalan dalam bentuk selebaran.

Selain itu tuntutan ini dituliskan juga dalam sebuah spanduk yang mereka bawa dalam melakukan aksi damai.

Baca: Bikin Geram! Ifan Seventeen Ungkap Nasib Buruh Makan Belatung Hingga Kecoa

Adapun isi tuntutan yang disampaikan secara umum adalah supaya kerakusan korporasi bisa diakhiri, dengan rincian tuntutan sebagai berikut :

1. Cabut Perpres No.20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing.
2. Cabut PP No.78 dan menolak upah Padat Karya
3.Segera realisasikan Perpres No.40/2016 (harga gas industri) secara menyeluruh
4. Segera ratifikasi konvensi ILO C 176 (K3 Tambang)
5. Turunkan harga listrik, BBM, harga beras dan bangun ketahanan pangan dan energi
6. Lindungi pengurus maupun anggota serikat pekerja/buruh sesuai UU No.21 tahun 2000
7.Tetapkan upah minimum sektor kabupaten (UMSK)
8.Tolak upah murah
9. Lindungi pekerja/buruh perempuan

Selain itu juga disampaikan bila pekerja atau buruh bukanlah budak, sehingga harus distop kekerasan, intimidasi, diskriminasi dan pelecehan kepada pekerja atau buruh.

Baca: Heboh Nama Putri Pertama Franda dan Samuel Zylgwyn yang Sulit Diucapkan, Mungkinkah Asalnya Dari Ini

Baca: Lelaki Ini Tak Percaya Ketindihan Setan: Mungkin Akibat Halusinasi atau Tak Berdoa Saat Tidur

"Pada intinya tujuan kita cuma satu yaitu ingin mensejahterakan Indonesia, ingin memrjuangkan rakyat kecil, perjuangkan pekerja yang sekarang ini masih diperbudak pengusaha," tegas Ketua DPC FSP KEP Kabupaten Tabalong, Syahrul.

Sementara ditambahkan Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSP KEP BUMA, Lisanddin, berharap, perusahaan tidak mempermasalahkan pekerja yang hadir dalam peringatan May Day ini.

"1 Mei ini hari besarnya buruh, hari libur nasional dan sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan," tegas pekerja yang juga menjadi Wakil Ketua DPC FSP KEP Tabalong.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved