Menguak Fakta Tidur Ketindihan Setan

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Orang 'Ketindihan Setan' Menurut Medis

Dalam pandangan medis fenomena ini disebabkan karena terjadinya gangguan tidur diakibatkan oleh kelelahan maupun kurang tidur.

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Orang 'Ketindihan Setan' Menurut Medis
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
dr Arman Jaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Istilah Ketindihan Setan saat tidur memang sebagian masyarakat pernah mengalaminya. Lantas bagaimana ilmu medisnya apakah memang ada penyebab atau tidak?

Menurut ahli medis dalam hal ini adalah dokter. Istilah ketindihan setan sebenarnya tidak ada tapi ketindihan bisa terjadi karena beberapa faktor. Hal ini diungkapkan dr Arman Jaya yang juga berstatus sebagai Direktur RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanahbumbu.

Menurutnya, dalam pandangan medis fenomena ini disebabkan karena terjadinya gangguan tidur pada tahapan-tahapan tidur yang umumnya diakibatkan oleh kelelahan maupun kurang tidur.

Dalam kondisi normal setiap manusia akan mengalam tahapan tidur mulai dari tahapan ringan, tidur lebih dalam dan tidur paling dalam hingga ke bagian akhir yaitu Rapid Eye Movement (REM).

Baca: Ngeri Tidur Ketindihan Setan, Mulut Tika Seperti Dibekap, Baca Ayat Alquran Pun Sulit Terucap

Jika kondisi tubuh kita terlalu lelah ataupun kekurangan tidur maka pola tidur yang normal itu akan terganggu. Sehinga akan mengakibatkan sistem tubuh dan otak tidak akan berjalan lurus atau tidak memasuki tahapan tidur yang sama.

Dalam keadaan lelah, otak biasanya akan langsung memasuki tahapan paling akhir dan saat tiba-tiba terbangun maka disinilah akan terjadi fenomena sleep paralysis atau ketindihan.

Saat fenomena ini terjadi yang kita rasakan adalah seolah-olah kita telah benar-benar tersadar. Padahal, kita tidak bisa menggerakkan tubuh kita.

Baca: Ini Doa Sebelum Tidur Agar Tak Ketindihan Setan Menurut Ketua MUI Tanahbumbu KH Fadli Muis

Hal itu bisa terjadi kerena otak yang terbangun tidak sejalan dengan tubuh kita yang sudah berada pada tahapan tidur lebih dalam atau REM. Jika dimisalkan otak kita sudah berada di mobil namun tubuh kita masih berada di tempat tidur.

Tak selarasnya otak dan tubuh tersebutlah yang mengakibatkan fenomena ketindihan atau sleep paralysis terjadi. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help