B Focus Pesisir

Pemilik Kantin Tutup Gara-gara Makanan Sering Dicuri Monyet

Juli, warga Desa Tajau Pecah mengaku dua kali mengunjungi objek wisata Gunung Kayangan.

Pemilik Kantin Tutup Gara-gara Makanan Sering Dicuri Monyet
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
keberadaan binatang jenis monyet yang dilepasliar menganggu para pengunjung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Juli, warga Desa Tajau Pecah mengaku dua kali mengunjungi objek wisata Gunung Kayangan.

Itu karena cerita temannya yang pernah berkunjung kalau pemandangan alam dapat dilihat dari atas puncak Gunung Kayangan.

"Memang benar. Tapi fasilitas lainnya kurang diperhatikan. Seperti taman kurang dirawat. Gazebo atapnya tak dipasang. Kantin juga tidak dibuka sehingga pengunjung ingin mencari makanan dan minuman tidak tercapai," katanya.

Baca: Sajikan Pemandangan yang Indah, Sayang Objek Wisata Gunung Kayangan Terlantar, Begini Kondisinya

Novi, pengunjung asal Pelaihari juga menyayangkan keberadaan binatang jenis monyet yang dilepasliar menganggu para pengunjung.

Informasi dihimpun keberadaan monyet itu sebagai pengganggu pengunjung hadir sejak awal 2015 lalu.

Baca: Niat dan Bacaan Qadha atau Ganti Puasa Ramadan dan Buka Puasanya Dalam Bahasa Arab dan Latin

Itu karena di kaki Gunung Kayangan, terdapat proyek Hutan Kota.

Para kawanan monyet itu yang membuat pemilik empat kantin memilih menutup dagangan karena sering dicuri kawanan monyet.

Baca: 15 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Cocok untuk Facebook, Twitter & Instagram

"Setiap pengunjung yang membawa makanan pasti direbut sama monyet itu. Saya ini takut dengan monyet," ujar Novi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved