Berita Regional

Abu Semburan Gunung Marapi Setinggi 4 Kilometer, BNPB Tetapkan Status Waspada

Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi. Abu letusan membubung hingga mencapai 4.000 meter di atas puncak kawah.

Abu Semburan Gunung Marapi Setinggi 4 Kilometer, BNPB Tetapkan Status Waspada
Gunung Merapi Erupsi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BUKITTINGGI - Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi. Abu letusan membubung hingga mencapai 4.000 meter di atas puncak kawah.

"Gunung Marapi di Tanah Datar Sumatera Barat kembali meletus dengan durasi 485 detik pada Rabu pagi. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 4.000 meter di atas puncak kawah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun Twitternya, Rabu (2/5/2018).

Dia mengatakan gunung yang berada di Pegunungan Bukit Barisan ini berstatus waspada atau level II. Meski demikian, Sutopo mengatakan letusan tersebut tak membahayakan masyarakat.

Tak ada permukiman masyarakat di radius 3 kilometer (km) dari kawah gunung. Sutopo mengatakan abu letusan akan membuat lahan pertanian subur.

Baca: Dihadang Liverpool di Final Liga Champions, Real Madrid Dibayangi Sejarah Menyedihkan Ini

"Meskipun Gunung Marapi di Sumatera Barat beberapa kali meletus tapi tidak berbahaya karena di dalam radius 3 km dari puncak kawah tidak ada permukiman. Masyarakat tetap aman dan aktivitas normal. Justru abu letusan membuat lahan pertanian subur di Tanah Datar dan Solok," ujar dia.

Sebelumnya Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam, Sumbar itu, sempat erupsi pada Minggu, 4 Juni 2017 lalu. Saat itu masyarakat juga tak diimbau untuk mengungsi.

Sementara berdasarkan laporan, kemarin gunung api setinggi 2891 meter di atas permukaan laut itu meletus dan diiringi gempa.

Dari pengamatan di Pos Pengamatan Gunungapi Marapi di Kota Bukittinggi, asap kawah bertekanan kuat teramati jelas berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 4.000 meter di atas puncak kawah. Erupsi disertai kegempaan yang terekam selama 485 detik dengan amplitudo 10 milimeter.

Baca: Roxy Sedih Kalsel Kalah Voting Tuan Rumah PON 2024:

Pos Pengamatan Gunungapi Marapi pun mengingatkan lagi kepada masyarakat untuk tidak mendekati gunung itu pada radius tiga kilometer dari kawah puncak.

"Asap teramati dengan jelas berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah Tenggara. Gunung Marapi sampai saat ini masih berstatus waspada (level II). Status ini sudah ditetapkan sejak Agustus 2011,” kata Hartanto, petugas pengamat pada Pos Pengamatan Gunungapi Marapi.

Mengingat gunung Marapi masih berstatus waspada, aparat mengimbau masyarakat sekitar dan wisatawan untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak. Hal itu dikarenakan kawah di puncak adalah pusat letusan dan sumber keluarnya gas vulkanik yang tentu saja berbahaya.

Pada Jumat, 27 April 2018, Pos Pengamatan Gunung Api Marapi juga merekam dan mencatat aktivitas erupsi di Gunung Marapi dengan tinggi kolom erupsi sekitar 300 meter dari puncak kawah dan mengarah ke tenggara dengan warna abu tebal.

Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, menilai aktivitas erupsi itu adalah wajar karena Gunung Marapi berada dalam berstatus waspada. (dtk/vvn)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help