Berita Banjarmasin

Ferdinand Janji Perketat Pengawasan Lapas dan Ancam Beri Sanksi Petugas Terlibat Narkoba

Pihaknya melakukan pengawasan dan pengetatan di Lapas dan Rutan agar barang-barang terlarang tak ada lagi di tempat tersebut

Ferdinand Janji Perketat Pengawasan Lapas  dan Ancam Beri Sanksi Petugas Terlibat Narkoba
ist
Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Dr Ferdinand Siagian 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih ada indikasi peredaran narkoba dikendalikan di Lembaga Permsyarakatan (Laspas) dan Rumah Tahanan (Rutan) dan juga ditemukan adanya barang-barang terlarang, mendapat perhatian serius dari Kepala Kanwil KemenkumHAM Kalsel yang baru Ferdinand Siagian.

Pihaknya melakukan pengawasan dan pengetatan di Lapas dan Rutan agar barang-barang terlarang tak ada lagi di tempat tersebut dan juga tak ada peredaran narkoba yang diatur dari tempat tersebut.

"Pengawasan akan kami perketat, seperti diberitahukan Menteri Hukum dan HAM, bahwa ini tak main-main. Kami akan melaksanakan pengamanan lebih keras lagi," tuturnya usai serah terima jabatan dari pejabat lama Kanwil KemenkumHAM Imam Suyudi kepada dirinya di Kantor KemenkumHAM, Banjarmasin, Rabu (2/5) siang,

Baca: LIVE STREAMING Kompas TV Debat Pilkada Jateng, Ganjar Vs Sudirman Live di TV One dan Metro TV

Dimana hal itu berupa jika ada indikasi petugas terlibat maka petugas itu akan diberikan saksi seberat-beratnya. Danm ia berharap petugas melaksanan tugas sesuai prosedut dan ketentuan yang telah ada.

Mengenai persoalan klasik berupa over kapasitanya Lapas ia mengatakan tentunya hal itu menjadi perhatian kita semua yang mana mungkin akan ada bangunan baru dan perluasan, ekspansi gedung Lapas. Tetapi hal itu adalah kewenangan KemenkumHAM.

Terpisah, Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Keamanan KemenkumHAM RI, Y Ambeg Paramarta, disinggung mengenai tentang over kapasitasnya Lapas di Kalsel, menuturkan, untuk memecahkan persoalan tersebut kalau hanya membangun Lapas, itu pasti ketinggalan. Karena, kemampuan negara sangat terbatas.

"Kebetulan saya menjadi salah satu anggota tim revisi KUHP, dimana saksi pidana nantinya tidak hanya pidana penjara, tapi ada juga pidana alternatiif,” ungkapnya.

Baca: Jarang Disorot, Begini Penampakan Bakal Calon Ibu Negara Cantik, Erica Istri Tuan Guru Bajang

Dimana pidana alternatif ini salah satu jalan untuk mengurangi over kapasitas,jadi tidak semua tindak pidana harus berujung di penjara, ada pidana kerja sosial, pidana pengawasan, jadi itu bisa berkontribusi untuk pengurangan over kapasitas," paparnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved