Jerat UU Narkotika untuk Pengedar Zenith

Pelaku Zenit Masih Divonis di Tanahlaut Masih Pakai UU Kesehatan, Pemohon Rehabilitasi Minim

Itu sebabnya, sebut dia, keluarga korban ketergantungan obat-obatan belum melakukan konsultasi rehabilitasi.

Pelaku Zenit Masih Divonis di Tanahlaut Masih Pakai UU Kesehatan, Pemohon Rehabilitasi Minim
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (3/5/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - keberadaan kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanahlaut di Jalan Gembira, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut, masih belum dimaksimalkan oleh keluarga korban obat-obatan jenis zenith.

Firmansyah, Kepala BNNK Tanah Laut, Firmansyah, mengakui keberadaan mereka belum banyak diketahui masyarakat. Itu sebabnya, sebut dia, keluarga korban ketergantungan obat-obatan belum melakukan konsultasi rehabilitasi.

"Padahal kami sudah sosialiasi jika ada keluarga atau korban ketergantungan terhadap obat-obatan jenis zenith ini yang ingin mendapatkan rehabilitasi," jelas dia, Senin.

Baca: Ada Penampakan Dewi Sanca Tidur Mangap, Netizen Bilang Dia Sedang Selfie

Baca: Gegara Zenith, Amir Kaget Sering Dibentak Si Bungsu, Minta Pelaku Dijerat UU Narkotika

Firman mengakui belum turunnya anggaran dari BNN, otomatis sosialisasi keberadaan BNNK Tanah Laut masih sebatas mencari relawan saja.

"Kami belum sosialisasi secara massif. Seksi penindakan pun belum ada orangnya, dan kegiatan banyak promosi dan sosialisasi BNNK, termasuk sosialiasi status Zenith menjadi golongan narkotika kelas I," ujarnya.

Sedangkan, Mohammad Amrullah Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, mengakui selama ini kasus tindak pidana peredaran obat-obatan masih mengenakan pasal dalam undang-undang Kesehatan.

"Kasus kepemilikan obat zenith yang berproses maupun yang diputus belum menggunakan undang-undang narkotika,” jelas katanya.

Namun, lanjut dia, sbagai penegak hukum, Amrullah sudah melakukan sosialisasi kepada para pengguna ataupun pengedar bahwa obat Zenith sudah termasuk golongan narkotika.

"Selalu saya ingatkan dan saya sampaikan setiap memimpin sidang perkara obat-obatan atau sabu bahwa zenith itu ancamannya sama dengan narkotika," ujarnya.(nia/elh/tur/tar).

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (3/5/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help